Showing posts with label article. Show all posts
Showing posts with label article. Show all posts

May 8, 2016

Neuroplastisitas

Neuroplastisitas. Yaitu kemampuan otak untuk berubah secara struktural dan fungsional yg dikarenakan stimulus.

Secara struktural, otak yg memiliki neuroplastisitas baik akan memiliki jumlah dendrit yang lebih banyak. Jadi meski volume sama, tapi serabutnya lebih banyak, maka bisa disimpulkan orang tersebut lebih cerdas.

Menurut penelitian, neuroplastisitas ini akan menurun, alias serabut dendritnya akan berkurang dan otak akan atrofi (mengecil) pd usia mendekati lansia, atau lansia, karena otak mulai jarang dipakai berpikir keras. Ini yg membedakan olahragawan dengan akademisi atau seorang ilmuwan, bs disebut professor dlm org awam. Nah ternyata, olahragawan lbh cpt mengalami demensia pada mereka yg jarang mngaktifkan fungsi2 otaknya. Sdgkan ilmuwan akan cenderung lebih tahan terhadap demensia.

Dr sumber yg saya dpt (dari dosen; mgkin bs dicek kbenarannya lg), neuroplastisitas akan menurun kemampuannya mulai usia 30. Jd ada 2 pilihan, stagnan or decreases.  Jadi di usia2 ini, byk manfaatkan untk tugas2 yg banyak, dg kemampuan individu msg2 tentunya. Jgn terlalu byk beban, shg byk stressor. Jgn takut bodoh karena waktu belajar berkurang gr2 dakwah.

Karena kalo kita lbh menguatkan fungsi otak kita dan kapabilitas otak kita dg disibukkan dakwah, maka jika org biasa btuh bljr 4 jam, mungkin kita cm btuh 2 jam. Ya, karena kita memanfaatkan neuroplastisitas itu. Byk mikir, byk tugas, banyak amanah, byk kepepet.

Akhirnya kemampuan otak kita bertambah, struktur otak pun akan lebih padat. Inilah tugas kita. Berat, tp byk melatih kita. Membuat lebih kuat kedepan. Jd jgn takut byk tugas dan byk kerjaan.

Oleh: Yoga Mulia Pratama, S.Ked (Korfak AAI FK 2014)

Mar 18, 2016

Sang Pengandung Kalam Mulia

“Asyrofu ummati Hamalatul Qur’ani wa ashhaabul lail”. Sebaik-baik golongan dari umatku adalah mereka, para penghafal Al Qur’an dan ahli qiyamul lail.
Bagi sebagian ikhwah yang berkonsentrasi dalam menghafal Al Qur’an, mungkin ada yang menjadikan hadist ini sebagai motivasi. Ada yang menempelnya di dinding kamar, di pintu lemari, atau mungkin di mushaf yang dengannya sering berinteraksi. Hadist ini sering mengingatkan di kala futur menghampiri. Memberi pencerahan dan menggugah jiwa untuk bangkit kembali.
Sebenarnya, kalau kita mau memperhatikan, ada redaksi unik dalam penyebutan ‘penghafal Al Qur’an’ dalam hadist Rasulullah tersebut. Rasulullah menyebut mereka yang mulia dengan hamalatulQur’an, para pengandung Al Qur’an, bukanhuffazhulQur’an. Ada suatu indikasi, yang layak bagi kita untuk meninjaunya kembali.
Kalau kita tengok sejarah, zaman dahulu gelar alhafizh sebenarnya disematkan kepada mereka yang mampu menghafal ratusan ribu hadis, Ibnu Hajar contohnya. Dan kita pun telah akrab dengan julukan nan agung itu, AlHafizh Ibnu Hajar Al-Atsqoilani. Sungguh, ternyata ada begitu banyak makna yang terbiaskan di sekitar kita.
Rasulullah menyebut para penghafal Al Qur’an sebagai para pengandung Al Qur’an, bukan sekedar penjaga, karena –wallahu a’lam- seorang pengandung akan lebih berhati-hati dengan kandungannya. Ia akan terus memperhatikannya siang dan malam. Hatinya pun juga selalu memikirkan apa yang ia bawa, karena sungguh ia tiada ingin semuanya berakhir sia-sia, atau bahkan berujung nestapa.
Hammalatul Qur’an, seolah mengisyaratkan bahwa Al Qur’an adalah sesuatu yang harus ia jaga sepanjang hayatnya. Selayaknya bagi mereka untuk mencukupi asupan gizinya dengan terus mengulangsecaraberkesinambungan dan mengamalkannya dalam keseharian. Selalu ia jaga kandungan itu dengan vaksin keikhlasan, agar tiada berakhir dengan sesalan. Dan di akhir, ia berupaya untuk terus melahirkan generasi pembaharuan, yang rabbani lagi berakhlaq menawan.
Maka sungguh, adalah sebuah keanehan saat seorang yang mengandung Al Qur’an dalam jiwanya, tetapi dia masih terpukau dengan rumah yang megah. Sungguh, adalah suatu kemirisan tatkala seorang yang diberi amanah kalam Sang Kholik Yang MahaMulia, tetapi dia tersilaukan dengan dengan kendaraan yang mewah. Sungguh, adalah sebuah kesedihan ketika seseorang yang dijuluki asyrofu ummah, bahkan ahlullahiwakhosshotuhu, tetapi kebeningan hatinya mudah terhijabkan oleh gemerlap dunia dan perhiasan yang indah.

Bukan kesalahan untuk memilikinya, akan tetapi terlalu naif apabila semua hal itu dijadikan tujuan semata. Sungguh menjadi seorang hamilulQur’an adalah karunia tiada terhingga, nikmat yang tiada tara, yang memuliakannya di akhirat dan di dunia.Dan juga harus selalu kita ingat bahwasetiap amal yang bernilai tinggi bisa menjadi bumerang saat hati diniatkan bukan untuknya lagi. Sungguh, niat begitu penting, dan menentukan seberapa tinggi derajatnya di hadapan Sang Pemberi rizqi.

Hadits itu begitu masyhur. Ketika di hari kiamat kelak seorang Qari’ akan dihadapkan di depan Rabb-Nya. Ditunjukilah nikmat padanya yang terkarunia di dunia. Ia pun mengakuinya. Lalu ditanyalah ia oleh Sang Pemberi Karunia, “Amal apakah yang engkau kerjakan dengan nikmat-nikmat itu, wahai hamba-Ku?”
“Ya Rabb, sesungguhnya daku membaca Al Qur’an, mempelajari, dan mengajarkannya semata-mata hanya untuk-Mu.”
“Dusta, engkau belajar Al Qur’an hanya agar dikata engkau alim di antara manusia. Dan engkau membaca Al Qur’an semata-mata hanya agar engkau dikata sebagai seorang Qari’ oleh mereka. Engkau telah mendapatkannya, dan memang begitulah yang dikata manusia tentang dirimu.” Kemudian diperintahkanlah Malaikat untuk menyeret dan melemparkannya ke neraka.

Astaghfirullah. Maka kita harus lebih berhati-hati lagi, menjaga hati ini. Menjaga segumpal daging ini agar terus lurus menetapi jalan Ilahi. Selayaknya kita takut, karena sesungguhnya dalam hadist lain Rasul nan Mulia pernah bersabda, “kebanyakan munafik dari ummatku adalah para Qari’ mereka”

Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari perbuatan syirik yang nista. Maka, selayaknya bagi kita untuk terus mengulang hadist yang termaktub di akhir doa pertama dari kumpulan doa khotmilQur’an. “Waj’alhu lanaa hujjatan Yaa Rabbal ‘Alamin”. Duhai Rabbi, jadikanlah dia hujjah bagi kami.
Laa haula wa laa quwwata illa billah.
(terinspirasi dari tausiyah ustadzana Salim A Fillah)

NB: Artikel ini juga dimuat di majalah Al Huffazh edisi 9, "Al Quran, Bukan Prosesor Biasa"

Aug 5, 2013

#UdahPutusinAja (:


lelaki yang menjadikan Muhammad saw teladan | tidak pernah tertarik dengan maksiat pacaran

lelaki yang menghormati istri semisal Muhammad saw | jelas tidak didapatkan dengan cara pacaran

Khadijah melamar Muhammad saw jadi suaminya | tanpa pacaran dan dunia akhirat langgengnya

Ali bin Abu Thalib melamar Fatimah binti Muhammad jadi istrinya | bukan mengajaknya pacaran dunia akhirat langgengnya

menikah karena mencintai Allah bukan manusia semata | memang hanya bisa dipahami yang Muslim saja 


menyiapkan dan memantaskan diri barulah ke pernikahan | karena kesiapan tak pernah didapat dari pacaran

belum halalkan dengan nikah sudah berani pegang dan raba | wajar setelah nikah dia pegang dan raba wanita yang juga nggak halal

nikah belum tentu, maksiat udah pasti | seneng kadang-kadang, sengsara tiap hari

tapi lelaki yang takut Allah | dia nggak berani bilang sayang bila belum halal, apalagi pegang raba? | yang begini jadi suami? maknyus!

wanita yang takut Allah | kelihatan dikit auratnya aja dia enggan | yang begini jadi istri? | ditinggal tenang, ketemu senang! 


pernikahan ada dua kemungkinan, karena Allah atau karena yang lain | yang jelas pacaran nggak mungkin karena Allah, wong maksiat 


pikir baik-baik, bila memang tujuanmu baik, kenapa mulai dengan cara nggak baik? | ‪#‎UdahPutusinAja‬ sebelum telat

pikir sesaat, bila kamu ingin suami taat, kenapa malah buat maksiat? | #UdahPutusinAja sebelum terlambat

- Ustadz Felix Siauw

tak lelah mengingatkan


ini ana copast dari page Ustadz Felix Siauw di fb. yuk dibaca dulu.. pelan-pelan, dan bismillah dulu ya, semoga Allah beri keterangan hati (:


orang sibuk nyari lailatul qadr, yang lebih baik dari 1000 bulan | dia malah pacaran nggak nyadar, nyesel kalo dah telat datang bulan? 


"aku paacaran nggak ngapa-ngapain kok!" | nggak ngapa-ngapain, terus ngapain pacaran? ‪#‎TepokJidatTetangga‬

"alhamdulillah, aku pacaran LDR, beda negara" | mau beda negara, beda dunia, beda alam, tetep aja haram‪#‎TepokJidatTetanggaLagi‬

kalo udah dilarang ama Allah dan Rasul, mbok yao (mother yes please) dengerin | ee.. malah dibantah, cari pembenaran..‪#‎TepokJidatLagi‬

"terus solusinya gimana dong?" | ya nikahlah | "kita kan masih kecil" | sudah tau kecil, belum siap, masih nekad =_=

"seandainya nikah itu semudah tweetnya @felixsiauw" | karena nikah nggak mudah, maka jangan dipersulit dengan pacaran, andersten? (=_=)

"seandainya nikah itu semudah twitnya @felixsiauw" | yang nge-tweet begini biasanya aktivis pacaran belum nikah, dan senewen hehe.. 


nikah itu sulit, pacaran juga sulit | satu sulit berpahala, satu sulit pake dosa | pilih mana? 


nikah itu nggak mudah karenanya hayuh siapin ilmunya dari sekarang | pacaran maksiat berkedok persiapan, dapetnya dosa bukan ilmu (=_=)

persiapan menikah paling logis bagi lelaki itu menaati Allah dan mengimani Islam secara penuh agar jadi Imam yang baik | setuju? RT dah!

persiapan menikah paling realistis bagi wanita itu menaati Allah, menyiapkan diri taat pada suami dan mendukung ibadahnya | setuju? RT dah!


jangan bosan diingatkan ya, sob.. jangan pernah bosan. kali ini mungkin tulisan ini bisa ingatkan sobat sekalian. tapi kali lain? mungkin ana yang butuh diingatkan.. yuk kita bersama2 terus memperbaiki diri, saling mengingatkan, dan mendoakan.. bukankah begitu pertemanan yang sesungguhnya? (:

Aug 1, 2013

muhasabah yuk


01. seharusnya, ikhwan-akhwat itu hidupnya terpisah satu dan lain | maka sepantasnya tak ada interaksi yang tiada keperluan

02. bila telah putuskan untuk jaga kesucian hendaklah berserius diri | jangan barengi lagi dengan noktah yg dapat hitamkan hati

03. menyenangkan memang dengan lawan jenis bisa bersenda gurau | tanpa sadar keringlah iman laksana kerontang musim kemarau

04. pengakuan lisanmu bahwa engkau aktivis dakwah | namun lekat pandanganmu memandang si kerudung merah

05. engkau kumandangkan bahwa pacaran itu maksiat | sementara kata demi kata beracun terselip dibalik sms yg kau surat

06. pembelaan dirimu, ini "cuma" koordinasi, ini "cuma" pengingat taat | hatimu yang tadinya murni kini mulai berkarat

07. dia berkerudung dan berjilbab, bukan berarti halal engkau melihatnya | menatapnya bukan cara hormati kemuliannya

08. kau katakan ini bukan pacaran, tapi jelas lebih dari sekedar teman | dusta, dusta, dan dusta kau topengkan alasan

09. godaan dibalik kata-kata engkau semat, dengan setan lisan kau sarat | bekelindan dengan maksiat, bersama setan kelak ditamat

10. "uhibbuka fillah" dengan entengnya terucap, bagimu itu praktekkan sabda nabi | disitu setan menyesap, sekali lagi dosa diulangi

11. maksiat bertopeng dakwah | setan takkan pernah berhenti menggoda bahkan aktivis masjid muslim-muslimah

12. bila hendak jaga kesucian diri, mengapa tidak sesuci mungkin? | menampik setiap interaksi yang tak ada perlu itu penting

13. menjadi aktivis Islam berarti menjadi buku terbuka yang siap dibaca dan ditiru | bukan menunjukkan yang keliru

14. menjadi pengemban dakwah berarti harus lebih menjaga diri, bahkan dari fitnah yang bakal menerpa | amal dan kata beriring serta

15. tundukkan pandangan lebih utama, tahan interaksi tak perlu adl sikap terhormat | tak melembut-lembutkan suara, tentu lebih selamat

16. kalaulah Rasul pikir interaksi ikhwan-akhwat penting, tentu Islam takkan batasi pergaulan | tapi Islam utamakan pencegahan

17. agar tak terbayang paras yang bagimu belum halal | karenanya riya akan bayangi amal dan jadikannya amal yang batal

18. agar selamat dirimu dari zina hati dan mata | agar dakwahmu tertuju lurus pada Allah semata

19. hanya mengingatkanmu teman  | bagiku engkau pengemban dakwah lebih utama dari yang lain | tentu cinta kami lebih bagi kalian

20. bagi kami, kalianlah etalase Islam | dan kami takan relakan kalian jadi bulan-bulanan musuh yang tak sukakan Islam

21. bersabar sebentar takkan matikan cinta | ia justru akan arahkan rasa | agar tak ada pilu redam di depan masa | istiqamah ya 


nasehat ustadz Felix Siauw

Jun 9, 2013

education in this country

Kegagalan terbesar dari sistem pendidikan kita bukan terletak pada masalah lemahnya pendidikan mencerdaskan rakyat, tetapi terletak pada masalah ketidakmampuan pendidikan menyadarkan rakyat terhadap permasalahan hidup yang nyata. Siapa yang tak miris melihat situasi bangsa terkini. Tawuran massal mudah sekali terjadi. Dari mulai gesekan antarpelajar, hingga tawuran antar kampung. Tak ada lagi logika, semua masalah tampaknya hanya bisa diselesaikan dengan otot saja. Hampir tak ada bedanya perilaku orang yang berpendidikan maupun yang tak sempat terdidik karena tak punya akses mendapatkan pendidikan berkualitas. Ini jelas menjadi sebuah ironi.

Pendidikan sudah dianggap berhasil jika sudah ada gedung sekolah, kurikulum, guru, siswa, kegiatan pembelajaran, dan fasilitas pendukung lainnya. Kita lupa tidak pernah mencermati secara serius, perubahan apa yang sudah terjadi pada anak-anak kita melalui kegiatan pendidikan? Jangan-jangan, pendidikan malah membuat anak-anak kita jadi tak punya jati diri, kehilangan arah, cerdas namun tak berakhlak, dan tak paham untuk apa mereka menuntut ilmu. Koruptor terdidik semakin banyak, orang cerdas Indonesia berani jual aset negara, budaya menyontek di sekolah dibiarkan, harga diri dan kehormatan guru masih dilecehkan, mahasiswa makin doyan tawuran daripada melakukan debat ilmiah di kampus mereka, korupsi dana bantuan operasional sekolah masih meramaikan berita-berita di media massa, menyertai hadirnya pendidikan karakter di bumi pertiwi. Jika ujung-ujungnya hanya sekadar tahu teori tentang karakter, situasi carut marut masih tetap akan berlangsung. Sekali lagi, dunia pendidikan takkan mampu memberi kontribusi pada bangsa ini untuk keluar dari keterpurukan.

Semua orang hanya menjejali isi kepalanya dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Tak peduli pengetahuan itu berguna atau tidak bagi dirinya. Celakanya apabila pengetahuan itu digunakan untuk menyengsarakan orang lain. Kondisi lebih naas lagi jika pendidikan kita hanya mampu  menghasilkan akademisi yang gemar melakukan plagiarisme, pengusaha serakah, penguasa khianat, pelajar/mahasiswa hobi tawuran, serta peradaban yang celaka dan mencelakakan. Akhirnya, peradaban bangsa akan luluh lantak jika pilar pendidikan Indonesia masih dibangun atas dasar prinsip Tut Wuri Nggerogoti (di belakang mengegerogoti), Ing Madya Ngangkut Banda (di tengah mengangkut harta), Ing Ngarsa Terus Ngapusi (di depan selalu menipu). Masa depan nyatanya bukan terletak pada ilmu yang diperoleh, bukan pada kecerdasan yang dikembangkan, dan bukan pada keahlian yang dikuasai. Sesungguhnya masa depan terletak pada perilaku. Bahkan Plato pun berujar, “Bersikaplah yang baik karena semua orang yang kita jumpai sedang menghadapi masalah besar.” Setuju atau tidak, pendidikan memainkan peran penting dalam membangun peradaban suatu bangsa agar tetap eksis di masa depan. Utamanya, menghasilkan manusia yang berakhlak mulia sebagai inovator dan aktor intelektual yang melestarikan nilai-nilai baik di muka bumi ini. Bagaimana menurut Anda?

Penulis
Asep Sapa’at, trainer pendidikan, Lembaga Pengembangan Insani, Dompet Dhuafa.


majalah 1000guru edisi 13

pendidikan semestinya

amal tanpa ilmu bisa jadi amalnya tertolak karena segala sesuatu ada ilmunya. Orang-orang terdidik paham tak semua ilmu membawa kebaikan bagi dirinya. Dia hanya memilih dan mempelajari ilmu yang bermanfaat saja. Praktik dan latihan dalam kehidupan nyata akan membuat orang-orang terdidik semakin menghayati ilmu yang dimilikinya lewat proses belajar. Mereka adalah orang-orang yang pintar memaknai sesuatu dalam hidupnya, bukan orang yang ‘merasa pintar’. Pendidikan semestinya bisa menghasilkan orang-orang yang bertumbuh menjadi dewasa dan mandiri, semakin mengenal ‘diri’, semakin jujur dengan diri sendiri, semakin otentik, dan menjadi semakin unik tak terbandingkan (Andrias Harefa, Buku Menjadi Manusia Pembelajar, 2008).


-majalah 1000guru edisi 13

May 31, 2013

*Makan malam dan masa depan



Ada pasangan keluarga kaya raya, pemilik bisnis properti dan perdagangan besar di sebuah kota. Pasangan ini sudah separuh baya, dan hingga usia lewat 40 tahun, mereka tidak kunjung memiliki anak. Tidak memiliki keturunan yang diharapkan akan melanjutkan nama dan bisnis mereka. Situasi ini bukan hanya jadi beban pikiran keluarga tersebut, juga seluruh kota amat bersimpati atas situasi ini, karena jelas sekali, pasangan tersebut sudah kaya harta benda, pun kaya hatinya. Ringan membantu orang banyak.

Banyak usulan diberikan, saran2, dan setelah dipikirkan matang2, akhirnya pasangan tersebut memutuskan untuk mengadopsi anak. Mereka tidak akan mengambil anak2 usia balita, apalagi bayi, karena mereka tidak berniat memutus hubungan anak tersebut dengan orang tua kandung, mereka akan mengadopsi satu orang anak dengan usia 10-12 tahun, dibesarkan di keluarga mereka, dididik sebaik mungkin, agar memiliki kemampuan bisnis, perangai yang terpuji dan tentu bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Pasangan ini membentuk komite untuk menyeleksi ribuan anak2 di seluruh kota. Itu kabar besar, maka banyak orang tua yang berharap anak mereka diterima. Itu sungguh kesempatan besar. Maka mendaftarlah anak2 yang pintar, tampan, anak2 yang sehat, anak2 yang gesit, periang, jago olahraga, punya bakat seni, semua kriteria hebat yang mungkin seharusnya dimiliki oleh seorang anak penerus sebuah keluarga kaya raya yang baik hatinya.

Hingga akhirnya, setelah berbulan2 seleksi, terpilih 10 anak saja, 10 nama yang diserahkan oleh komite seleksi kepada pasangan itu. Nah, dari 10 nama itu, terselip salahsatu anak dengan catatan yang ganjil sekali. Dia bukan anak paling pintar, test menunjukkan biasa-biasa saja. Dia bukan anak paling gagah, malah sebenarya paling kurus dan seperti anak kebanyakan. Tidak memiliki prestasi olahraga atau seni. Hanya satu secara fisik yang terlihat menonjol, anak itu terlihat riang. Tapi, namanya anak2 pastilah begitu semua, bukan?

Beberapa anggota komite seleksi sebenarnya sejak awal sudah mau mencoret anak tersebut. Tapi karena istri dari pasangan tersebut yang juga anggota komite terlanjur menyukainya, maka namanya terus masuk hingga 10 besar. Istri pasangan itu tidak tahu kenapa dia harus menyukai anak kurus itu, meski dengan hasil test yang tidak mengesankan, dia hanya merasa, anak itu berbeda dari anak2 lainnya. Suatu saat akan terlihat buktinya.

Diundanglah 10 anak itu ke rumah pasangan kaya tersebut untuk melewati ujian terakhir. Simpel saja, pasangan itu mengajak 10 anak-anak tersebut makan malam di sebuah meja besar, bersama anggota komite seleksi. Maka singkat cerita, makan malam spesial itu digelar. Berjalan begitu menyenangkan, begitu ramah--karena jelas, pasangan itu adalah tuan rumah yang tulus, mereka menganggap anak2 usia 10-12 tahun itu sudah seperti bagian keluarga sendiri. Semua anak makan dengan santai, bercakap2, bercerita. Pun pasangan itu, mereka asyik bercerita tentang kisah masa muda mereka, jatuh bangun mendirikan bisnis, sejarah perusahaan, bisnis apa yang mereka lakukan, dan sebagainya. Itu kisah yang hebat.

Nah, dari makan malam itu, yakin sudah pasangan itu akan pilihan mereka. Komite seleksi pun akhirnya paham, kenapa pilihannya harus demikian.

Siapa yang dipilih? Anak kurus yang tidak jenius, tidak jago lari, tidak pandai berenang, dsbgnya. Apa yang dilakukan anak ini hingga berhak memperoleh pilihan istimewa tersebut? Sederhana sekali. Lihatlah, hampir satu jam makan malam tersebut, dialah satu2nya anak yang tidak pernah menyuruh orang lain mengambilkan makanan buatnya. Dia memilih meraih sendiri teko air, mengambil sup, mengambil daging, semua dilakukan sendiri. Pun saat harus bangkit berdiri, mengambil gelas sirup yang posisinya jauh darinya, dia bangkit mengambilnya. Dan dialah juga satu2nya anak yang tidak banyak bertanya saat pasangan kaya itu bercerita tentang sejarah perusahaan. Saat makan malam selesai, suami pasangan itu menepuk pundaknya, "Kenapa kamu tidak bertanya seperti anak2 lain?" Dia hanya menjawab pendek, "Tuan sudah bilang diawal makan malam kalau semua cerita itu ada di buku ruang perpustakaan. Aku sudah berjanji, akan membacanya sendiri, mencari tahu sendiri. Apakah aku boleh membaca buku2nya?"

My dear anggota page, 20 tahun berlalu sejak makan malam itu, maka jagoan kecil yang kurus ini tumbuh sesuai harapan orang tua angkatnya. Dia jelas bukan yang paling pintar, tapi dia yang paling tekun. Dia memilih mengerjakan hal2 kecil sendiri, apalagi hal2 besar. Dia tidak pernah menyuruh2 orang lain bahkan hanya untuk mengambilkan pulpen yang jatuh, minta ambilkan gelas minuman. Pasangan kaya itu jelas menemukan sifat yang sama saat mereka masih muda. Tekun. Si kurus itu juga adalah pembelajar yang tangguh, mencari tahu sebelum bertanya, mencari penjelasan sebelum melempar pertanyaan. Meski sebenarnya memang enak saja tinggal bertanya. Selesai. Tahu lebih cepat malah. Tapi dia memilih mencari tahu sendiri, agar mengerti lebih banyak.

Dengan didikan yang baik, jagoan kecil ini tumbuh menjadi orang dengan perangai baik, menghormati orang sebayanya, pun menghargai orang2 lebih muda dibanding dirinya. Tidak mengeluh, tidak mudah berputus asa. Tetap rendah hati dan tahu diri. Sebenarnya 9 temannya juga diberikan beasiswa, pendidikan oleh pasangan tersebut--meski tidak dididik di rumah langsung, tapi tidak ada yang tumbuh dengan prinsip2 kehidupan secemerlang si kurus.

Kejadian makan malam itu selalu spesial. Anak2 yang sedari kecil sudah paham banyak hal, maka apa yang dilakukannya juga cermin dari pemahamannya. Maka, mulailah berguna untuk diri sendiri. Jangan mudah menyuruh2, jangan mudah berteriak minta tolong, apalagi jika itu sebenarnya karena konyolnya kita--seperti mencari barang milik kita yang terselip di mana gara2 kita memang berantakan. Jangan mudah bertanya, dikit2 bertanya, padahal di sekitar kita bertumpuk buku yang bisa dibaca, bertumpuk akses pengetahuan yang bisa diambil. Memang enak sih, dikit2 nyuruh, dikit2 nanya, semua tinggal tunggu beres, tapi ketahuilah, besok lusa kita sendiri yang akan rugi dengan tabiat tersebut. Dan dimana proses belajarnya kalau semua orang ingin serba instan?

My dear anggota page, jadilah anak2 yang mandiri. Jadilah remaja2 yang tahu persis harus melakukan apa. Maka kalian akan tumbuh lebih tangguh dibandingkan siapapun. Apakah kisah ini nyata? Silahkan tanya ke orang2 dewasa di sekitar kalian, ke orang tua kalian, boleh jadi mereka punya cerita yang sama persis soal ketekunan, soal pembelajar yang baik, dan harga mahal yg harus dibayar bagi orang2 yang menggampangkan prosesnya. Dengan belajar dari pengalaman orang lain, kita tidak perlu mengalami sendiri bagian yang tidak menyenangkannya.


-Tere Lije

Hidup ini hanya soal

Hidup ini hanya soal diterima atau ditolak

Ditolak masuk sekolah yang diidamkan, atau diterima
Ditolak masuk pekerjaan yang diharapkan, atau diterima
Ditolak mentah2 lamaran ke anak gadis orang, atau diterima

Hidup ini hanya soal diterima atau ditolak
Pegang saja nasehat ini, maka jangan2 kalian sudah punya penjelasan tangguh
Apapun kesempatannya,
Apapun pilihannya,
Apapun situasinya,
Hanya soal diterima atau ditolak

Hidup ini hanya soal diterima atau ditolak
Jadi jangan pusing lama-lama
Jangan galau berkepanjangan
Karena ada yang lebih patut kita cemaskan
Benar2 lebih layak kita khawatirkan

Apa itu?
Ditolak atau diterima masuk surga

-Tere Lije

Dec 12, 2009

BUKANKAH LEBIH ENAK KALAU MENGEMBANGKAN BAKAT DARIPADA MAKSA BELAJAR?

Tadi kan ada bimbel bio sama b indo. There is an article that make me interested. Dan akan kubahas sekarang:

Gini, sejak anak masih ingusan (bocah). Anak sudah belajar untuk mendapat NILAI BAGUS. Karena kalau NILAInya JELEK, ORTU akan MARAH. Disini anak belajarnya, gimana cara mendapatkan NILAI BAGUS agar ORTU TIDAK MARAH. Ini nih, yg ortu perlu introspeksi. Kebanyakan orangtua MAUNYA ANAK dapat NILAI BAGUS, padahal ortu itu TAU ANAKNYA GA BAKAT DI AKADEMIS.

Kasus kayak gini sih udah jadi hal biasa di dunia pendidikan. Tapi, apa karena biasa, kasus ini boleh jadi suatu kebiasaan? Apa ortu yg maksa anaknya belajar itu biasa? Apa ortu itu ngga tau, anaknya maunya MAIN MUSIK BUKAN BELAJAR. Kenapa sih dipaksa dapet nilai 100? Bukankah lebih enak kalau ortu ga perlu lah maksa2 dapet nilai bagus, tapi ortu itu mengembangkan bakat lainnya? Bukankah itu lebih baik buat kedua pihak? Oke, kalian mau ngajarin disiplin, tapi ga dengan pemaksaan belajar seenaknya. Aku sering ga ngerti cara orang dewasa berpikir.

Masalahnya, aku punya banyak BANGET temen yg kasusnya kayak yg aku bilang diatas. Banyak anak, yang (maaaf banget nih) sebenernya kalo berdasarkan pengamatanku, anak ini bakatnya di bidang lain, bukan akademik. Tapi sama ortunya, mentang2 ortunya lulusan sarjana, anak itu dipaksa buat mengambil jalur pendidikan: SD-SMP-SMA-KULIAH. Oke, boleh, kalau anaknya kuat. Oke, kalo di kuliah itu si anak dibolehin ngambil jurusan sesuai bakatnya. Tapi, apa si anak kuat ngadepin tekanan pelajaran pas SMP? SMA? Aduh kenapa sih ortu itu ga mau ngerti?

Kenapa sih ortu ga mau nerima kenyataan bahwa anaknya ga bisa seperti ortunya yg dosen? Kenapa sih ortu ga mau nerima kenyataan bahwa bakat anaknya di bidang lain, bukan akademik. KENAPA? Atau para ortu itu gengsi sama teman2nya? Ih kesel.

Menderita melihat kawan kita berusaha sekuat tenaga untuk dapet nilai bagus. Dan ortu hanya bisa marah2 kalo kawan kita itu dapet nilai jelek. Kenapa sih usahanya ga diliat? Kenapa? Buat apa ortu itu jd lulusan sarjana kalo ga bisa ngerti perasaan anaknya?

HARUSNYA, udah tau anaknya ga bakat di akademik, ya diwajarin aja kalo dapet nilai standar. Udah tau anaknya bakat di bidang lain, kenapa masih di sekolahin di sekolah yg standar akademiknya tinggi? Mikir dong!

Tolong dong semua pihak introspeksi. Kenapa di sekolah2 ada yg namanya kelas akselarasi, tapi ga ada yg namanya KELAS BAKAT? Tolong banget, terutama para orangtua, kasihan anak2 kalian kalau kalian ga mau berubah. Aku bukannya sok tahu, tapi aku cuma kesel aja dengan sikap2 kalian itu. Emang aku masih 14 tahun, karena itu maaf banget kalo post-an ini menyakiti berbagai pihak, aku ga bermaksud.

Aug 8, 2009

Nasehat Ibrahim bin Adham

Suatu ketika ada seorang pemuda yang mungkin dosanya saking banyaknya ga keitung. kemudian pemuda itu datang ke Ibrahim bin Adham karena mau tobat. terus Ibrahim bin Adham ngasih nasehat yang membuat pemuda itu nangis. begini nasehatnya:

"Kamu tahu kalau Allah itu Tuhanmu, tapi kenapa kau tidak menaatinya?
Kamu membaca Al-Quran, tapi kenapa tidak mengamalkannya?
Kamu tahu setan itu musuh yang nyata, tapi kenapa masih mengikutinya?
Kamu pengen masuk Surga, tapo nggak mau beramal untuk masuk sana.
Kamu takut api neraka, tapi tetep numpuk dosa.
kamu yakin kematian itu pasti datang, tapi ga siap2 buat menghadapi itu.
Kamu sibuk nyari2 kesalahan org lain, tapi ga pernah ngeliat kesalahan sendiri.
Kamu makan dari apa yg Allah kasih, tapi ga pernah bersyukur.
Kamu melihat pemakaman, tapi tidak mengambil pelajaran darinya."

KAMU TERSENTUH DENGAN NOTE INI TAPI TETAP TIDAK BERUBAH.

Mar 18, 2009

USTADZ vs biip

Well, setiap kali lomba yang selalu ditekankan guru ialah, “ikut lomba jangan fokus sama menangnyaa, kalo kamu berpikir ke arah sana nanti kalo nggak menang kecewa. Anggep aja lomba itu kayak pengalaman.”

Aku sering nggak ngerti sama perkataan guru macem gini. Guru ini seperti yang dibilang Ustadz Yusuf Mansur dalam buku The Miracle of Giving adalah guru yang aneh. Muridnya mau menang kok dibatesin. Maksudku gini, seakan-akan guru itui bilang, “lari sekenceng-kencengnya tapi bukan hanya untuk meraih piala.”

Bayangin, ada nggak sih orang yang semangat untuk lari marathon tapi ga ada hadiahnya? Jawabanya PASTI ga ada. Lucu aja kalo ada. Nah aku bingung, terus kalo tuh guru bilang, “udah dibawa santai aja, ga menang ga papa.”. lah terus apa yang mau dikejar? Guru yang ngomong kayak gini kayak ngasih harapan ‘kalah’ sama murid.

Ah jadi bingung. Terus kalo kita ikut lomba niatnya apa? Nggak lucu dong kalo kita berdoa, “ya Allah besok aku akan ikut lomba, tolong kuatkan hatiku jika aku kalah”. Ah nggak sukaa. Lebih enak doa nya kayak gini, “Ya Allah tolong sukseskan aku pada pelombaan besok. Karena hadiahnya akan kuberikan untuk ibuku..”
Tau ah kok jadi bingung sendiri. Ckck.

ABU-ABU

Manusia selalu punya piihan. Dan pilihan itu cuma dua:

-ya atau tidak-hidup atau mati-bergerak atau diam-melihat atau buta-tinggi atau pendek-kecil atau besar-surga atau neraka-atas atau bawah-kanan atau kiri-depan atau belakang-hitam atau putih.

Well, hanya ada dua pilihan. Karena kalau pun manusia punya beberapa pilihan, pilihan2 itu akan terseleksi dengan sendirinya sehingga hanya menyiskan 2 pilihan. Dan aku benci kalo ada yang memilih pilihan ketiga.

Aku benci dengan orang yang bilang TERSERAH. Orang itu seakan membiarkan orang lain memilihkan jalan hidupnya.dan DULU aku sering sekali bilang TERSERAH hingga aku sadar kalo itu nggak baik buat hidup kita.

Ibaratnya gini, lo ditanya hitam atau putih tapi lo jawab abu-abu. Lo ditanya hidup atau mati lo milih mati suri. Lo ditanya atas atau bawah lo jawab tengah. Dan well, gw ga suka.

Ga tau kenapa, kadang-kadang marah sendiri kalo ada orang yang jawab TERSERAH. Kalo pun aku bilang terserah, itu artinya aku lagi marah.

Menurutku TERSERAH adalah kata yang pas untuk menghentikan pertengkaran tapi tidak menyelesaikan masalah. Biasanya kalo aku lagi berantem sama adeku, ujung-ujungnya aku tereak TERSERAH terus kabur. Dan adeku cuma bisa pasrah sambil membawa pergi marahnya ke kamar.

Feb 27, 2009

BELIEVE vs BATU AJAIB

Pada tahu PONARI kan? Itu looh, anak kecil yang ngaku punya batu ajaib dan bisa nyembuhin orang dengan cuma nyelupin batu ke aer trus aernya diminum daan tereret, SEMBUH. Secara logika aku nggak ngerti kenapa bisa gitu. Menurutku, selain karena ALLAH yang nyembuhin, sumbangsih kesembuhan terbesar lainnya adalah BELIEVE. Jadii, menurutku versi ceita BATU AJAIB versi asma nih:

Suatu hari Ponari sedang bermain, kemudian dia menemukan batu aneh. Eh batunya dibuang, trus balik-balik lagi deh. Ponari bingung, trus Ponari mikir, “apa aku simpen aja ya nih batu?”. Sampe tidur, pikiran itu berlanjut hingga terbawa ke alam mimpi. Inget, otak kita nggak tidur loh! Jadinya, Ponari mimpi tentang batu itu yang nyuruh Ponari untuk merawat batu itu. Mimpi ini bisa dari setan, bisa juga dari Allah. Kalo sebelum tidur Ponari baca doa, berarti mimpi itu dari Allah; dan begitu sebaliknya. Terus Ponari nyimpen batunya deh.

Suatu saat, adeknya Ponari sakit keras. Secara, keluarga Ponari nggak punya uang jadi mereka nggak bisa beli obat. Naah, tetangga Ponari yang namanya Mbok Dauh (dukun) nyuruh Ponari untuk nyemplungin batu itu ke aer yang abis itu diminum. Secara si MD ini dukun yang mungkin suka ngerendem batu buat relaksasi (?) Trus Ponari nyoba dengan kepercayaan yang KUAT agar adeknya sembuh. Karena kepercayaan yang KUAT inilah adeknya Ponari sembuh. atas izin Allah juga. Sejak saat itu, Ponari famous deh. orang-orang datang dan percaya akan kesembuhan mereka JIKA mereka minum aer batu.

Inilah alasan kenapa MUI nyaranin agar Ponari nutup prakteknya. Kepercayaan umat muslim yang udah lemah, ditambah dengan kepercayaan terhadap batu ajaib itu; gimana MUI bisa yakin kalo mereka nggak syirik. Udah berlebihan tuh kepercayaannya. Ckckck.

Tapi jangan berpikiran kalo dengan nyemplungin batu biasa ke aer trus di minum trs sembuh karena BELIEVE. Jangan dong jangan dicoba.. keyakinannya udah beda texture karena udah ada contoh dan batasan (syirik). Kalo believe nya kuat, minum aer di YASINin juga sembuh kali.

Artikel ini hanya sebuah anjuran dan bukan paksaan. Peace yo cuy.!

NB: buat ponari dkk, maap map ya.. ini kan cuma pendapatku..

KEKUATAN RAMALAN

Akhir-akhir ini aku sering berpikir tentang BELIEVE (keyakinan). Dan pikiran itu ngelantur kemana-mana. Intinyaa (lokok langsung inti?), menurutku keyakinan itu emang sangat berpengaruh sama kehidupan manusia. Hukum Ketertarikan berkata jika seseorang punya keinginan yang kuat, maka otomatis semua akan bekerja untuk keinginan itu. Ini bukan aku yang ngomong looh, aku ngutip dari buku The Secret.

Nah, dan aku ngerasa hukum itu emang bener. Lalu, aku nyoba untuk masukin believe ini dalam masalah sehari-hari. Yakni ramalan. Aku pernah diramal sama almarhum kakekku. Waktu beliau masih hidup, beliau pernah bilang: “cucu kakek yang akan jadi orang sukses tuh ASMA AZIZAH”. Wih buangganyaa.

Sayangnya, umat islam dilarang memercayai hal-hal berbau seperti itu. Tetapi, karena hal itu aku jadi berpikir. Biasanya, orang yang diramal itu sudah tahu seperti apa dia nanti kan ya? Ya jadi kemungkinan besar dia akan berkutat pada titik ramal itu secara tidak langsung. Misalnya, ada seseorang yang diramal bakal bangkrut di 2012. Orang yang diramal itu secara nggak langsung bakal mikirin kebangkrutannya itu kan? Jadi dia kayak nunggu kebangkrutannya gitu deh, dia muas”in diri make uang biar pas waktunya bangkrut dia ga rugi. Dan akhirnya bangkrut beneran. Padahal, menurutku yang ngebuat dia bangkrut bukan karena ramalan. Tapi karena keyakinan dia yang sangat kuat pada titik kebangkrutan itu.

Maksud secara nggak langsung itu, seseorang bisa aja nggak percaya sama sebuah ramalan; tapi kita nggak bisa jamin kan kalo dia juga nggak mikirin sebuah ramalan? Aku gitu kok. Secara nggak langsung, karena kita nggak sengaja (tiba-tiba) mikirin ramalan; pikiran ini akan menguatkan keyakinan kita sedikit demi sedikit.

Sebaiknya kita nggak usah minta diramal, baca ramalan bintang, etecedeh. Itu malah ngerusak kita. Apalagi sekarang udah nggak sedikit ramalan yang isinya tentang kejelekan sifat manusia. aku sendiri heran gimana cara paranormal ngeramal. Tapi dengan nyambungnya kekuatan ramalan sama BELIEVE ini, aku jadi tahu kalau bisa aja paranormal itu ngarang-ngarang kan? Sudah kukatakan, kekuatan ramalan ada di keyakinan.. (liat dong ramalan TUK BAYAN TULA di buku Laskar PELANGI)

Makanya, selalu fokus sama apa yang kita INGINKAN. Jangan malah fokus pada apa yang kita takuti (TIDAK INGINKAN). Karena menurut Andrea Hirata dan beberapa pakar (?), tuhan itu bekerja dengan caraNYA. Gini, dulu waktu Andrea kecil dia pernah berharap agar ketika dewasa ia TIDAK jadi tukang pos. Mungkin karena Andrea terlalu berkutat pada TIDAKnya, maka Allah malah mengabulkan TIDAKnya itu.

Ini juga ada hubungannya sama pikiran-pikiran positif. Aku sarankan sebaiknya kita menggunakan bahasa halus. Karena kalau kita ngeluarin yang negatif nih, orang yang jadi korban perkataan kita itu bakal memikirkan kata-kata negatif. Seperti penjelasan diatas, kalau orang itu mikiran yang dia nggak inginkan. Maka yang dia nggak inginkan itulah kenyataannya.

Semuanya balik lagi sama islam. Islam emang top markotop deh. udah dari berabad yang lalu keluar sebuah ayat, “JANGANLAH KAMU MEMPEROLOK SUATU KAUM”. Kerennya, padahal menurutku BELIEVE yang dari tadi aku bahas tuh masalah psikis. Dan udah lamaaa sebelum ilmuwan yang ngungkapin ilmu BELIEVE lahir; islam udah mengumumkan hal ini. Gak salah aku milih islam..

BE CAREFUL FOR CHAT MANIA

Hari minggu kemarin, aku iseng-iseng baca koran. And I found a really great article. Its about social process in internet (CHATING). (sok inggris banget siih. Udah ah, pake indo)..Jadi, baru-baru ini, ilmuan di inggris meneliti tentang pengaruh facebook, friendster, etece buat tubuh. Ternyata oh ternyata, terlalu banyak berhubungan sosial via internet itu dapat ngerubah hormon kita sama ngerubah alur peredaran darah ato apaa gitu. Dampaknya, orang bisa kena penyakit stroke, kanker, etece.

Kok bisa? Ya bisalah yaa. Apalagi buat orang pendiem yang mendadak cerewet di internet. Harus hati-hati. Biasanya, orang yang maniak sm forum cetcetan gitu, waktunya untuk berkomunikasi di dunia nyata semakin berkurang. Bahkan diprediksi, hingga beberapa tahun kedepan, akan semakin sedikit orang yang berinteraksi secara langsung (tatap muka).

Aku pikir, artikel itu sih bukan kabar burung (kabar yang gajelas). Dalam islam, semua yang berlebihan itu ga baik kan? Berlebihan itu kan sifatnya setan. Aku juga berpendapat, bagemanapun emang tatap muka itu better than chat”an. Kalo tatap muka, orang-orang bisa ngeliat bahasa tubuh lawan bicaranya, suaranya, ekspresinya. Apakah lawan bicaranya lagi sehat ato gelisah.

Selain itu, pernah gak ada semacam perasaan lega kalo abis ngobrol LANGSUNG? Kalo aku, selalu. Kalau chat, kita gatau gimana perasaan pasti lawan bicara kita kan? Kita cuma bisa nebak, meski lawan bicara kita bilang perasaannya, itu ga pasti, karena kita ga liat langsung. Kalo kita bicara LANGSUNG, kemungkinan untuk tau perasaan lawan bicara kita tuh gede. Loh? Iya, dari eye contact nya, dari sebesar apa lengkung senyumnya, warna mukanya, kenaikan alisnya, hidungnya, etece.

Gimana kalo pake video call? mungkin dampaknya juga hampir-lah, tapi ga seberat yang pure chat kyk fs fb. Video call emang ga sayang? Emang orang itu cuma chat sama kita? Lagian, emang semua orang, punya gitu alat pendukungnya? Jawabannya enggak.

Intinya, artikel ini cuma pendapatku ya. Kalo kalian ga setuju ya sutrah. Ga ada kok yang ngelarang kita untuk ber ym msn fb an. GAK ADA. Cuma, ga usah berlebihan ya pren. Bahkan aku juga punya (wehehe).

Kesalahan Konteks Bahasa

Kadang-kadang aku sering berpikir, tentang why dan cause. Di keluargaku nih, sering sekali terjadi kesalahan pada susunan (it mean KONTEKS for me) dalam penggunaan BAHASA INDONESIA. Iya, yang ditanya apa, eh dijawab ‘apa’. Misalnya, kalau di buku-buku bahasa, ada pertanyaan:

-“Kamu sudah makan atau belum?” pasti jawabnya, “sudah/belum”

-“Kamu sudah shalat atau belum?” jawabnya, “sudah/belum”

-“Apakah kamu sudah belajar?”

Tapii, kenyataannya gak gitu. Ada orang (mungkin banyak) yang kalo ditanya pertanyaan di atas, jawabnya:

- “emang makanannya apaa?” atau “aku belum lapar tuh”

- "emang udah azan yaaa?”

- “gak ada peer/ulangan tuh!”


kesannya ga nyambung kan yaa? Emang ga nyambung, tapi asal tau aja nih, menurutku jawaban ga nyambung macem itu malah ngirit waktu. Kenapa? karena orang yang menjawab kayak gitu, rata rata menjawab WHAT dengan CAUSE. Ga ngerti ya? Jadi gini. Kan ada orang nanya WHAT, biasanya setelah orang itu nanya WHAT dia bakal melanjutkan dengan pertanyaan WHY agar si penanya bisa tau CAUSEnya si penjawab kan?! Nah, dengan jawaban ga nyambung, cukup dengan pertanyaan WHAT, si penanya langsung mndapatkan CAUSEnya si penjawab. Ribet ya? Tapi emang gitu kenyataannya.. aku ga bisa ngebayangin bakal kayak apa versi inggris WHAT and CAUSE kayak diatas..

Ada lagi, ini kesalahan konteks yang menurutku ada hubungannya dengan MATH. Jadi kalo di mtk itu kan (-)(-)=(+) ya? Berarti kalo ada kata (tidak)(tidak)=(iya). Kalo gitu, berarti kalo ada pertanyaan:

- “kamu tidak BISA ya?” terus si penjawab bilang “TIDAK”, berarti itu tandanya si penjawab BISA ya?, padahal maksud penjawab TIDAK BISA??

Rrr, aku belum ngerti deh. kehidupan emang ga bisa disamain terus sama teori yang ada. Sampai saat ini belum ada perguruan yang mengatur cara bicara muridnya secara detail. Tau deh ahh..

Jan 24, 2009

go green yuuk!


Nyadar ga sih efek global warming udah kerasa banget? Sekarang, jam 5 aja udah kayak jam setengah 6. Jam 6 udah kayak jam stengah 7. Dan jam 9 udah kayak jam 1 siang. Giliran jam 2 siang, kadang” kerasa kayak jam 10 pagi. Kalaupun cuacanya normal sesuai jam, biasanya jam 12 akan SANGAT panas untuk ukuranku. ini seperti yang kusampaikan dalam presentasi poster mr. aldo. berikut poster yang ngin kugunakan:


tapi gara" salah nge print jadinya malah poster yang (liat sendiri!):

http://saia-azuma.blogspot.com/2008/11/lets-go-green.html

back to..

Ini ga lain karena lapisan ozon yang fungsinya nyaring sinar matahari udah tipis. Sehingga sinar matahari yang masuk ke bumi ga mengalami filtrasi dengan baik.. Kalo hal ini dibiarin terus, dengan kondisi bumi yang semakin hari semakin masya Allah, ya es di kutub bisa abis beneran. Yang artinya bakal nambah debit air laut sehingga permukaan bumi kelelep. Itu belom termasuk hal-hal lainnya yang bakal terjadi, contoh realnya aja manusia bisa kena kanker kulit karena radiasi sinar ultraviolet yang berlebihan. Aku ga tau juga sih, tapi ini berdasarkan kesimpulan yang kuambil dari beragam info. Soal ke absurd an nya ya gatau deh. kalopun salah ya maaf” aja deh.

Back to..

Maksudnya kondisi bumi yang Masya Allah ini ialah, jumlah pohon sebagai pari-paru dunia makin tipis. Apalagi di kalimantan yang katanya, dulu kalo diliat dari pesawat kayak karpet ijo yang terbentang. Tapi sekarang? Pohon ditebangin secara ilegal. Kalo ga ada penanaman lagi, ya abis deh! lagian orang” ga mikir apa, kalo pohon untuk menjadi ‘pohon’ perlu waktu yang ga sebentar.

Dan juga, pemakaian kendaraan pribadi yang makin WAW (sori far!) setiap harinya. Orang berbondong” nambahin koleksi mobilnya. Dan kalo ditanya pasti mereka jawab itu kebutuhan. Kebutuhan apa? Kebutuhan nganterin anak sekolahan yang sekolahnya beda”. Satu anak satu mobil. Pemikiran yang bodoh menurutku. Dengan semakin banyak kendaraan yang berseliweran di jalan, semakin bertambah pula polusi, semakin berkurang kekuatan si jalan raya, dan intinya menuh”in jalanan aja sehingga macet!

Untuk saat ini, saranku sih buat membantu bumi. Mungkin untuk kayu, kita bisa mulai dari menghemat menggunakan pensil kayu. Aku sih emang jarang pake pensil kayu kecuali buat ujian. Tapi, sekarang aku udah ngakalin biar kalo ujian yang otomatis harus pake 2B for computer aku ganti pake pensil mekanik biasa dengan isi pensil 2B for computer. Ini jelas ngemat banget menurutku. Meskipun ngefek pada perusahaan pensil, tapi toh ini buat dunia kita juga. Lagian kalo perusahaan pensil kayu ga laku, tuh perusahaan bisa ngerbuah jadi produksi pensil mekanik. Gampang kan?! (tapi ga segampang itu!)

Soal kendaraan, tolong deh orang” kurangi ego dikit. Aku bukannya ngelarang ya, tapi kalo rumahnya cuma selemparan batu dari tempat kerja / sekolah terus bela-belain naek mobil sendiri ya itu percuma. Udah nambah-nambahin polusi, ngurangin minyak bumi pula! (secara, tuh kendaraan jalan pake bensin)

Kalo kita mau gitu, naek kendaraan umum aja. Kalo kendaraan umum kan, meski efeknya sama (nambah polusi ngurangin minyak bumi) tapi kan buat bersama. Semakin banyaknya orang yang naek kendaraan umum, maka secara sendirinya polusi bakalan kurang. Ato lebih baik lagi kalo kita gunain kendaraan yang ga ngeluarin polusi dan minyak bumi. Yakni sepeda! Kenapa ga coba gunain sepeda ke kantor ato ke sekolah? Lumayan, buat olahraga juga kan.

Aku ga nyalahin si pengguna kendaraan kalo kendaraannya di pake buat bersama. Misalnya 1 mobil buat 7 orang, that’s better kan? Kayak jemputan gitu. Pernah tuh aku lagi jalan, terus ngeliat alphard dengan hanya 2 orang doang isinya. Beneran boros, tau sendiri alphard yang ga kecil kan. Pikirku waktu itu, ini orang ‘kaya‘ mau pamerin kebodohannya apa? Mobilnya gede orangnya cuma 2 biji. Halah halah. Tapi aku coba berpikir positip. Mungkin orang alphard itu mau ngejemput 7 anaknya kali ye..

Pemda dki udah mulai dengan pengoprasian busway. Hal ini bagus banget. Tapi sayangnya, di pemberhentian busway sekarang ga kerawat. Pintunya banyak yang rusak dan tiang penyangganya banyak yang diiket pake rafia. Beneran kodisi yang menyedihkan.

Yodah. Gogreen indonesia! Gogreen dunia! Kurangin deh tuh pemakean pensil kayu, kendaraan lalalala. Sebenernya kalo mau aku bisa ngritik sampah. Tapi ga ah, aku ga mau ngritik sesuatu yang aku lakukan. Maksudnya, aku kan masih suka buang sampah permen sembarangan. Jadinya aku ga bisa koar koar, “jangan buang sampah sembarangan yo!”.. walaupun aku lagi usaha buat ga ngebuang sampah sembarangan semaksimal mungkin.

Ayo bareng” kita tanem pohon. Sekecil apa pun pohon yang kita tanem tetep berguna. Kalo gada pohon gada oksigen. Mumpung matahari lagi hothotnyaa. biar pohon jadi peneduh kita. Jangan kayak auliya yang beneran gada peneduh. Pohon di auliya masih kecil”. Kalopun daonnya lebat pasti pohonnya pendek. Saran buat auliya, kalo bisa conblock (tulisannya gimana sih?) di depan hall sama deket pos satpam ancurin aja (digebukin pak leo). Jadiin media tanam aja tuh.. tanemin rumput yang alus alus. Bikin kolam ikan paus gituh (?) miara nuri gitu. Dan lama lama auliya bakal jadi kebon binatang (hore?!) dan bagus doong.. dengan jadi kebon binatang berarti orang yang mau bekunjung ke auliya bakal bayar. Bayarnya kan pake duit, duitnya dikasih anak anak deh. hore. Aduh ngomongin apa sih as?! Ngelantur deh! ahyaudah.

Ayo kita lakukan sesuatu buat bumi kita. Jangan cuma bisa ngomong okeh?!

pasti pas?!

Semuanya pasti ngerasa ga asing kan dengan judul postan kali ini? Yepp, pasti PAS merupakan program dari Pertamina (gatau program ato apaa gitu). Pertamina yang sudah ada label pasti pas, sudah mengalami uji coba (kepastian banyak bensin) . jadi ga mungkin ada penipuan lalala. Pertamina yang udah punya label pasti pas, memberi hak kepada para konsumennya berupa (ini KALAU ga salah ya! Aku agak lupa):

1. disapa sama petugas

2. petugas mengatakan “dimulai dari angka nol yaa”

3. petugas ramah

nahh, dan ya ampun, seumur hidup aku ga pernah nemuin Pertamina pasti pas yang petugasnya seperti yang disebutkan diatas. Pernah, aku lagi kesel sama seseorang, trus kan mobil mau isi bensin. Pas ngeliat petugasnyaa, iih amit deh. jutek abis. Ga ada ramah-ramahnya sama sekali. Padahal Pertamina itu udah ada label Pasti Pas nya. Yaa, bukan apa-apa, kadang-kadang orang nganggep ramah tamah tuh remeh. Padahal ramah tamah penting banget. Coba kita identikkan ramah tamah dengan senyum aja. Orang yang lagi kesel kalau disenyumin ya bakal balik senyum kan?

Ohya, ada lagi. Ini soal kedudukan. Pernah, aku ke Pertamina kan buat ngisi bensin mobil. Kan lagi ngantri yaa, nah, mobil di depan mobil keluargaku tuh udah bagus kinclong ya gitudeh. Aku ngeliat si petugas ngelayanin tuh konsumen dengan senyum lebar. Eh, giliran mobil kita yang diisi, si petugas ga senyum sama sekali. Mentang” mobil kita ga sebagus si mobil bagus.

Udah deh, ga usah ada kata, “dimulai dari angka nol yaa” karna aku tahu pasti petugasnya capek kalo ngomong begituan tiap ada konsumen. Cukup, senyum aja. Atau minimal ga usah pasang tampang jutek deh.

Mungkin buat kalian aku terlalu sensi jadi cewek. Terlalu memperhatikan detail. Tapi aku WNI yang punya hak untuk bebas berpendapat. Aku ga suka cara petugas ngelayanin, tampangnya bikin males.

Jan 9, 2009

i love my parents

22 Desember 2008, Senin

buat seluruh makhluk hidup yang telah menjadi emak,

“HAPPY MOTHERS DAY”

“SELAMAT HARI IBU”

heheheh.

Buat ibuku tersayang, makasih atas segala pengorbananmu, jasamu takkan bisa kugantikan walau dengan beribu ton batuan safir (kayak bisa beli aja As!). ooh ibu, maafkanlah anakmu yang terlalu durhaka. Untuk saat ini tiada hal yang dapat kulakukan untuk membalas jasamu selain ucapan “AH, aku capek”. Ohh Allah, mudahkanlah segala urusan beliau, masukanlah dia ke surga tingkat tinggi..

Iya, aku ngerasa aku ga ada apa-apanya dibanding ibuku. You’re a strongest woman, mom! Ibuku kuaaat banget. Dia dicoba Allah dengan cobaan yang menurutku-kalau aku ada di posisi ibuku sekarang-­ aku ga akan mampu menjalani hidup.

Aku ga bisa ngasih apa pun yang ibuku inginkan. Beliau pekerja keras, yang aku ga bisa contoh. Beliau yang dengan tangan kasarnya selalu rela mengorbankan apa pun demi anaknya, sedangkan aku? Mengorbankan waktu untuk adek”ku aja susah. Beliau dengan segala sakit hatinya akan selalu terlihat kuat di mata orang lain, sedangkan aku ga bisa menyembunyikan sakit hatiku. Beliau yang tidak ingin terlihat lemah di hadapan orang lain, sedangkan aku?

Beliau yang selalu siap dengan tamengnya melindungi kami. Oooh ibu.. Beliau yang cuek, ga peduli orang mau bicara apa selalu mengambil keputusan sesuai hatinya. Beliau yang malam-malam bangun dan menangis mendo’akan anaknya, agar anak-anaknya tumbuh menjadi orang yang sukses dunia akhirat. Beliau dengan seribu mimpi yang digantungkan padaku.

Yaa, ibuku punya banyak cita-cita. Beliau ingin diajak keliling dunia oleh anak-anaknya, karena hobi beliau yaa emang traveling. Beliau ingin ngeliat anaknya sukses. Beliau ingin anak-anaknya bahagia, beliau ingin ngeliat kita-anaknya-bisa lebih cerdas daripada beliau. Beliau ingin aku dapet beasiswa. Beliau ingin aku dapat sekolah gratis dengan prestasiku. Beliau ingin menghabiskan masa tuanya di tempat yang tenang sambil menulis novel tentang kehidupannya yang WIH.

Bahkan, ibuku sudah merencanakan kehidupanku, “pokoknya kamu harus sekolah yang rajin, terus nanti SMA nya ambil yang gratisan aja lalu kuliahnya di luar negeri ambil jurusan ini trus kerja bangun rumah baru nikah deeh. Trus cari suami yang gini gini gini. Naah nanti kalau udah hidup bahagia kamu biayai deeh adek” mu. Nanti umi tinggal santai-santai. Pokoknya karena kamu anak sulung, kamu HARUS berhasil ASMA!! Kamu harus ngasih contoh yang baik buat adek” kamu!! Kalau kamu hancur, maka sama aja kamu menghancurkan kehidupan adek”mu, karena mereka akan mengikuti apa yang kakaknya sudah perbuat! Kamu harus bisa lebih dari umi, kamu harus pikirkan semuanya masak-masak! Jangan sampai kamu mengulang kesalahan yang sudah umi lakukan”.. petuahnya detail banget. Padahal aku kan masih 2 SMP..

Ibuku ngengantungin sejuta harapan di anaknya yang LEMAH ini. Karena tingginya harapan-harapan itu, aku takut aku ga bisa jadi yang dia inginkan. Iya, aku sudah jadi apa yang dia tidak harapkan. Contohnya waktu itu, ketika aku kalah lomba, meski ga ketara tapi keliatan kalau dia kecewa. Waktu aku males baca Qur’an, dia ngela nafas. Aku tau aku udah jadi yang dia tidak inginkan. Ooh mom, forgive me…

Aku udah sering banget buat dia kecewa. Aku pernah ngedumel sama beliau hanya karena beliau nyuruh aku ketika aku lagi capek.. aku udah jadi anak durhaka. Aku udah ngecewain orangtuaku. Mereka pengen aku jadi dokter, dan AKU nolak. Aku ga mau jadi dokter. Aku takut ngeliat darah. Aku ga mau ngeliat orang disuntik. Aku ga mau ngeliat darah naik dari tabung suntik. Aku ga mau ngeliat mayat. Aku takut aku melakukan malpraktek. Maafkan aku..

Ada satu kejadian yang membuat aku jadi anak yang egois. Sampai akhirnya ibuku yang harus ngalah, sampai ibuku sadar kalau semua kelakuanku sekarang itu salah dia. Padahal kan ga gitu. Dia udah capek” ngandung aku. 9 bulan bukanlah waktu yang sebentar. Bahkan dia pernah cerita bahwa waktu dia ngandung aku dia sempet jatuh.

Umi.. maafkan Asma yaa. Bahkan sampai saat ini aku belum bisa mengatakan I LOVE YOU, MOM. Dan aku belum menunjukkan rasa sayangku terhadap ibuku. Sedangkan ketiga adekku yang masih bocah, mereka dengan bangganya menawarkan diri untuk sekadar membuatkan roti bakar, mereka dengan bangganya menuliskan, I LOVE MY PARENTS di meja rias ibuku, mereka dengan bangganya menunjukkan nilai 100 pada orangtuaku. Sedangkan aku? Aku cuma sampah kecil yang bahkan ga bisa teriak untuk minta tolong. Aku cuma sampah kecil yang belum bisa jadi kebanggaan kedua orangtuaku.

Ibuku, adalah orang pertama yang ada di do’aku setiap 5 kali dalam sehari. Dia pernah menceritakan ketika dia melihat temannya yang menceritakan betapa bangganya melihat anaknya DISAYANGI oeh teman-teman anaknya, betapa bangganya-teman ibuku- menceritakan tentang anaknya yang nama anaknya ada di urutan ketiga yang nilainya tertinggi dari tes masuk sebuah asrama dari ratusan siswa. Betapa bangganya-teman ibuku- menceritakan bahwa anaknya selama 5 tahun di SD mendapat peringkat pertama. Dan cerita ibuku menyadarkanku kalau ibuku pengen AKU bisa ada di setiap cerita beliau yang membanggakan anaknya.

Ibuku pantang mengeluh. Dia pekerja keras, kalau boleh kubilang dia wanita perkasa. Kalau aku ngeluh tentang materi UAS yang kebanyakan, dia akan bilang, “mengeluh TIDAK AKAN menyelesaikan masalah! Memangnya dengan mengeluh materi UAS akan berkurang?! Memangnya dengan mengeluh nilaimu bisa 100? Kerja Asma, ga usah ngeluh, ga usah banyak ngomong” dan setiap keluhanku, dia akan balas seperti itu. Dia ga suka anak-anaknya mengeluh, dia gak mau anak-anaknya jadi seorang pengeluh. Dan hal itu belum bisa kuwujudkan karena aku selalu mengeluh.

Entah, gimana cara menunjukkan rasa terimakasihku pada mereka, ayah ibuku. Mereka orang yang sangat Percaya Diri, sedangkan untuk masuk SMA luar negeri pun aku pesimis banget. Tapi tiada yang bisa kuucapkan selain bermilyar terimakasih pada mereka. Dengan segala kedurhakaanku, aku mohon maaf yang seluasnya pada kalian.

Kelihatannya postan kali ini udah panjang, dan kalian pasti udah males untuk ngebacanya. Gimana pun kayaknya ortuku ga AKAN tau kalau anaknya mengucapkan I LOVE MY PARENTS di blog. Ahh biarlah..