Showing posts with label quotes. Show all posts
Showing posts with label quotes. Show all posts

Apr 8, 2017

Mimpi kita hari ini, kata Hasan Al-Banna, adalah kenyataan hari esok. Sebagaimana mimpi hari lalu adalah kenyataan hari ini. Tentu jika dan hanya jika, hari-hari antara kedua masa itu (kemarin dan hari ini) terisi dengan ikhtiar, doa, dan tawakkal untuk mengejar lesatan sang cita.

- Ust Salim A Fillah dalam Menggali ke Puncak Hati

Feb 8, 2017

Kembali Pada Titik Semula Tanpa Rasa

Ada yang diam-diam mengagumimu,
Menjagamu lewat doanya,
Menaruh rasa padamu,
Berharap bersama nantinya.

Namun ia merenungi,
Sepertinya ada yang salah di hati,
Dia bertanya dalam diri,
“Dimana ilmu menjaga hati yang dulu di pelajari?”
“Dimana ilmu menjaga hati yang dulu di pelajari?”
“Dimana ilmu itu?”
“Kenapa mudah menaruh hati, padahal sudah tau itu adalah rasa tak pasti?”.

Kembali ia merenung,
Berusaha menolak rindu,
Mengubah rasa yang sempat ada,
Menjadi tawar sebab bukanlah haknya.

Sebenarnya,
Ia kadang merasa malu,
Sebab sempat pula berkeinginan jauh,
Berandai-andai,
Andai dia menjadi milikku,
Andai aku bersamanya saat ini,
Andai kelak aku bersama dengannya,
Andai. Andai..
Dan berakhir lalai..

Dengan rasa malunya,
Ia tunduk dalam doa.
Bukan meminta didekatkan pada yang di cinta.
Ia meminta agar hati yang sempat lalai,
Kembali terjaga.

Tertatih ia merindukan,
Tertatih pula mengiba pada-Nya untuk dikuatkan.
Ia berjuang,
Detik berubah menjadi menit,
Menit menjadi jam,
Jam menjadi hari,
Hari menjadi minggu.
Bulan. Dan tahun.

Hingga pada akhirnya,
Perasaan yang terjadi,
Sebab tak tunduknya pandangan mata,
Itu benar-benar kembali,
Pada titik semula.
Tanpa rasa.


***
Di atas itu bukan tulisan saya, awalnya dapat dari OA Line, tapi ndak ditulis penulisnya juga. Begitu browsing, ada beberapa versi.. Jadi galau mau nulis versi yang mana.

Ala kulli hal, tulisannya cukup menggelitik. Dan yang menjadi perenungan adalah di kalimat keempat terakhir:
"Sebab tak tunduknya pandangan mata"

Zaman serba online begini, menundukkan pandangan mata ternyata bisa berarti banyak. Menundukkan mata tak hanya bisa ditafsirkan karena tak bisa menjaga mata di dunia nyata, tapi juga di dunia maya.

Ada yang jatuh hati, karena melihat chatnya yang adem. Ada yang kagum karena tulisannya yang sarat manfaat dan menyenangkan mata yang membaca. Ada juga yang menaruh rasa karena melihat fisiknya, wajahnya, yang bebas terumbar di media sosialnya, atau bahkan sekedar di gambar profil medsosnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Ali radliyallahu ‘anhu,
يَا عَلِيّ ُ! لاَتُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ, فَإِنَّمَا لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الأَخِيْرَةُ
“Wahai Ali janganlah engkau mengikuti pandangan (pertama yang tidak sengaja) dengan pandangan (berikutnya), karena bagi engkau pandangan yang pertama dan tidak boleh bagimu pandangan yang terakhir (pandangan yang kedua)” [HR Abu Daud]

Maka, berhenti untuk tidak melanjutkan stalking, berhenti untuk tidak melihat lebih jauh; mungkin jadi PR bersama di hari-hari ini. Sebab menjaga pandangan di dunia nyata, semua mungkin bisa. Refleks menunduk, refleks menghindar. Refleks saling mengingatkan. Tapi menjaga pandangan di depan gadget kita, dimana ini merupakan amal pribadi, dimana hanya Allah dan malaikatNya yang mengetahui, akan membutuhkan energi lebih besar, ya, energi untuk melawan hawa nafsu.

Allahummaghfirlanaa, semoga Allah mengampuni kita dan senantiasa memberi hidayah pada kita.

Feb 5, 2017

Tembok


Alhamdulillah, sudah 9 tahun ternyata. Pertama kali mencoba menghias kamar, menggunakan kertas yang ditempel di tempat yang mudah ditangkap mata. Sempat nempel di bagian atas dinding juga dengan harapan, setiap mau tidur bisa melihat nasehat atau kalimat penyemangat itu.

Ketika masuk asrama, wilayah penempelan kertas jadi makin sempit. Hanya di depan lemari, meja belajar, dan area sekitar kasur.

Tapi sejak masuk kuliah, kertas itu perlahan berganti jadi plastik bening ini. Lebih praktis. Lebih mudah diperbarui. Ya, layaknya iman yang naik dan turun, semangat beramal juga begitu, harus selalu diupgrade.

Semoga sisi tembok kecil satu ini bisa jadi pengingat para pengunjung kamar. Dan semoga ada setitik kemanfaatan. Sedikit menambah pundi kebaikan pemiliknya yang tak seberapa. Semoga Allah senantiasa memberi hidayah untuk menjaga keikhlasan. Aamiin.

Btw tiba-tiba jadi kepikiran, nanti kalau sudah punya anak, asik juga kali ya kalau seluruh tembok rumah dilapisi plastik bening begini. Biar temboknya bisa tetep mulus ketika si anak asyik berkreasi dengan coretan semangatnya. Hehehe noted. And please don't misunderstanding, this ia not a code -_- kadang orang suka salah paham gitu kalau udah mulai ngomongin rumahtangga atau anak. Dikiranya udah proses atau lg baper nikah. Padahal mah, nyantai aja euy. Yg namanya nyiapin, mulai mikirin, kan bukan cuma hak mereka mereka yang udah pasti tanggal akadnya aja kan?

Jan 21, 2017

Di Waktu yang Allah Tetapkan..

Oleh: Asma Azizah


Surakarta, 20 Januari 2017


Kita akan ujian di waktu terbaik yang Allah tetapkan untuk kita.
Kata-kata yang tidak solutif, tapi setidaknya, mengucapkan kalimat itu berulang-ulang bisa menenangkan resah diri.

Ya, aku berada di injury time dimana aku harus segera melaksanakan seminar hasil skripsi.
Beberapa waktu lalu, teman-teman sudah mulai memberi tahu tanggal ujian skripsi. Sementara aku ketar ketir di kamar menyelesaikan pembahasanku.
Rasanya aku seperti berlari kencang sekali untuk mengejar segala ketertinggalan.

Pernah tiba masanya, aku mual sekali.
Rasanya penelitianku seperti benang kusut entah dimana ujungnya.
Rasanya tungkaiku tak cukup kuat, tubuhku tak cukup tegar untuk berlari mengejar semua.
Rasanya semua terlalu jauh untuk dikejar.

Aku pernah merasa sangat putus asa,
Aku pernah merasa sangat benci melihat target-target ujian skripsi yang kubuat.
Hingga saking bencinya, kuhapus bersih-bersih semua target itu.
Pasrah.

Dan lagi-lagi mengulang kalimat,
Allah akan memberiku waktu ujian yang terbaik untukku.

Aku menghela napas panjang, untuk coba berlari lagi.

Pembahasan akhirnya kukejar dari pagi – siang. Kemudian segera kukirim ke dosen.
Tidak berapa lama, dosbing utama minta untuk segera menghadap dengan membawa berkas persyaratan ujian lengkap untuk ditanda tangan.

Tiba-tiba aku sudah dapat tanggal
Sudah dapat tanda tangan

Dan satu hari setelahnya,
Alhamdulillah semua berkas lengkap

Hanya saja, tiba-tiba pula tanggal ujianku harus berganti
Detik ini pun, tanggal itu belum kunjung fix.

Ada sejuta khawatir.
Dari mulai tanggal, naskah skripsi, publikasi, dan bayangan akan suasana ujian nantinya.

Ada takut. cemas. Dan kecewa dengan diriku sendiri.

Namun lagi-lagi aku harus menenangkan hati, dan kali ini ikut menenangkan rekan-rekan juga.
Mereka yang tiba-tiba harus berganti tanggal, yang tiba-tiba ada kendala di naskah, dan lainnyaa

Kuyakinkan mereka:
Allah akan memberi kita tanggal ujian di waktu terbaik yang Ia tetapkan.

Pena telah diangkat, tinta telah kering.
Semua tinggal bagaimana kita menjemput karuniaNya dengan semaksimal mungkin.
Semua tinggal soal menjemput bahagia dengan memaksimalkan ketaatan.


Wallahu a’lam bish showab

Jan 15, 2017

kamu dimana

Kalau aksi bela ummat kamu ngga ikut, aksi bela masyarakat kamu ngga turun, trus kamu ada dimana? 

Jul 7, 2016

Menjadi Mata Air

Menjadi mata air.
Pesan ayah dari Bacharudin Jusuf Habibie yang tertanam kuat dalam benak Habibie kecil.

Habibie tidak lahir dari keluarga biasa.
Habibie lahir dari ayah yang sangat cerdas. Ayah yang mengajarinya banyak hal. Ayah yang membuatnya bermimpi untuk membuat pesawat. Ayah yang menanamkan padanya untuk bisa jadi mata air, jadi orang yang bermanfaat. Ayah yang taat agama, dan ketaatan itu tercermin dari cara meninggalnya dalam sholat, yang insya Allah husnul khotimah.

Habibie dibesarkan dari ibu yang sangat kuat. Ibu yang jadi garda terdepan memperjuangkan pendidikan anak-anaknya.

Menonton film rudy Habibie semalam, membuat khayalku melayang jauh. Ke jerman sana. ke dokter. Mengingatkanku pada teman satu SMA yang sangat cerdas. Sinisnya sama. pintarnya luar biasa. Gerak-geriknya. Berkarya dalam diam. Tak pernah ribut dan banyak mengobrol. Tahu-tahu namanya sudah mewangi. Mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Karena film hanya menceritakan indahnya. Bagian sedihnya tentu tak lebih banyak dari indahnya.

Sosok Habibie yang sekarang ini, siapa yang tahu apa saja yang telah terjadi di masa mudanya dulu? Siapa yang mengerti air mata, peluh, dan semua usaha yang sudah dilakukan?

Saya hanya butuh tidur 4 jam. Makin cepat dapat tempat, makin cepat saya belajar.
Kecintaannya pada ilmu. Keseriusannya dalam belajar. Rasanya membuatku tertampat-tampar. Apalagi mengingat tahun-tahun kuliah kedokteranku yang belajar sangat ala kadarnya..

Menjadi mata air.
Mata air hanya lahir di tanah yang bergolak.
Mata air yang jernih akan mengendapkan keburukan di sekitar.

Orang baik akan dikelilingi orang baik.
Jadi orang bermanfaat. Jadi orang bermanfaat.

Pemimpin itu, banyak curhat ke “langit”.
Banyak doa. Banyak doa.





Kalau kamu ga taat, percuma aja semua ini asma :''

Apr 18, 2016

coba!

Kecewa takkan membuat esok pagimu jadi tak bernyawa. Coba, coba, dan coba. Keseimbangan adalah tentang mencoba: menakar dan menerka. Tidak apa. Sesekali kamu memang mesti menangis. Karena tidak semua gerimis berujung pelangi yang manis. 



Azhar Nurun Ala dalam Ja(t)uh halaman 125

Feb 19, 2016

MEMORI

Bismillaah..

Perjalanan rihlah menuju wonogiri kali ini ditemani nasyid yang membuatku teringat akan banyak hal. Dan entah, mungkin karena suasana safar, di dalam bis sedang ngga nyambi apa-apa juga selain dengerin nasyid, akhirnya setiap nasyid jadi punya memori sendiri..

Ketika dengar lagu-lagu Maher Zein, banyak sekali terkenang tentang CMBBS.

Tentang indah yang pertama kali memperkenalkan lagu I love you so. Yang dulunya kukira itu nasyid untuk pasangan, tp ternyata itu untuk Zat Yang Maha Cinta, Allah Subhanahu wa ta’ala.

Tentang rufaida yang begitu excited dan berkaca-kaca melihat video Number one for me.

Tentang kamar 105 yang suka sekali memutar maher zein di kamar. Tentang kamar kami yang masing-masing punya tujuan berbeda. Aku ke jepang, bepe ke farmasi, indah ke akuntansi, saroh ke desainer, sesil ke FK. Kamar yang di depan pintunya dengan pedenya menulis nama lengkap dan calon gelar yang kami inginkan. Kamar yang sering bikin nasi goreng bareng pakai magic com, yang wangi margarinnya memenuhi satu asrama. Kamar ini juga yang dipakai aku, esti, khaulah, ina, murni, untuk belajar pasca UN. Ketika satu asrama sepi ditinggal sebagian besar penghuninya, kamar inilah yang digunakan untuk belajar sampai larut, diskusi masa depan, dan becanda sampai sakit perut.

Atau  tentang lagu the chosen one yang mengingatkanku tentang kamar kedua di CM dulu. Kamar 105 masqod. Bersama sesil, oriehanna, anis, ukhti ipeh, ukhti raden, dan ukhti ____. Kamar yang ngasih surprise ultah di saat besoknya uas. kamar yang suka banget dibawain makanan sama mama orie bubur manado. Kamar yang di dalamnya aku melihat perjuangan belajar, tidur paling malam, bangun paling pagi kakak-kakak kelasku.

Mendengar tiap nasyid, dan menemukan tiap memori di dalamnya. Aku haru sekaligus sedih. Rabb, izinkan aku, izinkan kami memiliki memori indah di tiap halaman kalamMu. Izinkan kami langsung bergetar tiap ada ayat suciMu dibacakan. Seperti bergetarnya aku mendengar nasyid yang aku memiliki kenangan tentangnya.


Rabb, aku ingin memiliki kenangan di tiap halaman, di tiap surahnya, di tiap ayatnya. Perkenankan kami, Rabb :”)

- 7 Feb 2016, di perjalanan rihlah arroyan - 

May 17, 2015

Lapis Lapis Keberkahan

Rabbi innii lima anzalta ilayya min khairin faqiir. Duhai Pencipta, Pemelihara, Pemberi rizqi, Pengatur urusan, dan Penguasaku; sesungguhnya aku terhadap apa yang Kauturunkan di antara kebaikan amat memerlukan.”
Karena desakan hajat yang memenuhi jiwa, sebab keinginan-keinginan yang menghantui angan, kita lalu menghadap penuh harap pada Allah dengan doa-doa. Sesungguhnya meminta apa pun, selama ianya kebaikan, tak terlarang di sisi Yang Maha Pemurah lagi maha Penyayang. Bahkan, kita dianjurkan banyak meminta. Sebab, yang tak pernah memohon apa pun pada Allah, justru jatuh pada kesombongan.
“Kita dianjurkan untuk meminta kepada Allah,” demikian Dr. ‘Umar Al-Muqbil menggarisbawahi tadabbur atas doa Musa setelah menolong dua gadis Madyan itu, “baik hal kecil maupun hal besar.” Dalam kisah ini, sesungguhnya Musa yang kelaparan hendak meminta makanan. Cukup baginya seandainya dia meminta jamuan kepada orang yang telah diberinya jasa. Cukup baginya, sekiranya dia mengambil imbalan atas kebaikannya.
Tetapi Musa mengajarkan kita 3 hal penting dalam doanya. Pertama, bahwa hanya Allah yang layak disimpuhi kedermawanan-Nya, ditadah karunia-Nya, dan diharapi balasan-Nya. Mengharap kepala makhluq, hanyalah kekecewaan. Meminta kepada makhluq, hanyalah kehinaan. Bertimpuh pada makhluq, hanyalah kenistaan.
Apa pun hajat kita, kecil maupun besar, ringan maupun berat, remeh maupun penting; hanya Allah tempat mengharap, mengadu, dan memohon pertolongan.
Pelajaran kedua dari Musa adalah adab. Bertata krama pada Allah, pun juga di dalam doa adalah hal yang seyogiayanya kita utamakan. Para ulama menyepakati tersyariatkannya berdoa kepada Allah dengan susunan kalimat perintah, sebagaimana banyak tersebut dalam Al-Qur’an maupun Sunnah. Ia benar dan terbolehkan. Tetapi contoh dari beberapa Nabi dalam Al-Qur’an menunjukkan ada yang lebih tinggi dari soal boleh atau tak boleh. Ialah soal patut tak patut. Ialah soal indah tak indah. Ialah soal adab.
Maka demikian pulalah Musa ‘Alaihissalam. Dia tidak mengatakan, “Ya Allah, berikan.. Ya Allah, turunkan.. Ya Allah, sediakan..”. Dia merundukkan diri dan berlirih hati,”Duhai Rabbi; Penciptaku; Penguasaku, Penjamin rizqiku, Pemeliharaku, Pengatur urusanku, sungguh aku, terhadap apa yang Kauturunkan di antara kebaikan, amat memerlukan”.
Yang ketiga, bahwa Allah dengan ilmu-Nya yang sempurna lebih mengerti apa yang kita perlukan dan apa yang baik bagi diri ini daripada pribadi kita sendiri. Musa menunjukkan bahwa berdoa bukanlah memberitahu Allah apa hajat-hajat kita, sebab Dia Maha Tahu. Beroda adalah bincang mesra dengan Rabb yang Maha Kuasa, agar Dia ridhai semua yang Dia limpahkan, Dia ambil, ataupun yang Dia simpan untuk kita.’’

Maka, Musa tidak mengatakan, “Ya Allah, berikan padaku makanan”. Dia pasrahkan karunia yang dimintanya pad ailmu Allah Yang Maha Bijaksana. Dia percayakan anugerah yang dimohonnya pada pengetahuan Allah Yang Maha Dermawan. Dia pun mengatakn, “Rabbi, sungguh aku, terhadap apa yang Kauturunkan di antara kebaikan, amat memerlukan”. 


dikutip dari Lapis-lapis Keberkahan, Salim A. Fillah halaman 33-35

Apr 4, 2015

yang paling butuh

sejatinya kamu adalah yang paling faqir ilmunya. yg kemungkinan paling banyak salahnya sebab kau yg paling banyak bersua. sejatinya kamulah yang membutuhkan mereka. staff dan adik2. sebab kamu hanya butiran debu. kamulah yg sedang ditraining untuk memimpin mereka

Feb 24, 2015

Begitulah

Betapa sering kita hidup di dua kondisi yang sangat berlawanan. Di satu sisi kita sering tidak siap dengan keputusan-keputusan Allah yang mengejutkan. Tetapi pada saat yang sama, kita juga malah merasa aman dari rencana dan makar Allah yang mengejutkan. Dengan kata lain, kita takut tetapi kita tidak menyiapkan diri. Kita khawatir tentang kesudahan nanti, tetapi kita tidak mau menabung kebajikan. Kita sangat ngeri, tetapi kita tidak membekali diri. Begitulah.

(Ahmad Zairofi AM dalam Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya)

Feb 9, 2015

SUKA ATAU TIDAK, KESALAHAN AKAN TERBAYAR


Kebanyakan kita, tak suka bicara soal kesalahan. Tidak selalu karena kita lebih memilih kebaikan. Kadang, memang itu alasannya. Tapi tidak selamanya. Kebanyakan kita tak suka bicara kesalahan, sebab ada ambiguitas di sana. Kita benci kesalahan, tapi toh kita tetap melakukannya juga. Dalam bentuk yang beraneka rupa.
Kadang kesalahan itu kita jalani dengan sadar. Sesekali batin kita berperang. Tapi kita lantas menyerah kepada keadaan. Seakan kesalahan adalah kekuatan asing dari luar diri kita. padahal kita sendiri pelakunya. Seakan kesalahan itu sendiri lebih perkasa dari karunia kehendak yang diberikan Allah di dalam jiwa kita. Kita diam, pasrah, dan berputar dari lingkaran kesalahan yang satu ke lingkaran kesalahan yang lain. Begitupun kita masih mencoba menghibur diri. Dengan pembenar-pembenar semu. Bahwa ini semua soal pilihan hidup.
Kesalahan telah ada dari dahulu, sejak kali pertama manusia diciptakan. Tetapi cara pandang kita tentang kesalahan, mengalami begitu banyak perubahan. Ada bertingkat-tingkat fase dimana manusia melakukan revolusi pemaknaan terhadap kesalahan.
Begitu Adam sadar dirinya salah, seketika ia membayar kesalahan itu. Bertaubat, memohon ampun, dan yang lebih penting, ia menyadari bahwa dirinya salah. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah:37)
Tetapi hari ini, kesalahan bukan sekadar “kecelakaan” atau ketidaksengajaan. Saat orang dengan lugu dan tanpa ilmu menerobos tabu. Hari ini kesalahan telah berevolusi menjadi cita-cita. Kesalahan adalah puncak “ikhtiar”. Kesalahan adalah seni, kreativitas, budaya, dan semua uji teknologi. Kesalahan adalah kesengajaan yang dibanggakan.
Orang-orang yang tidak peduli dengan kesalahan yang dengan berani melanggar aturan, mereka bukan orang hebat. Ada ketidakberdayaan tersembunyi di sana. Akan tiba suatu hari, bahwa semua kita tak lebih hanya orang-orang lemah. Terlalu banyak kekuatan lain yang tak bisa kita lawan. Seperti sakit, keriput wajah yang menua, tulang belulang yang rapuh, daya ingat yang kosong, dan tentu saja kematian yang menghentikan.
Layaknya kaca yang bening, kesalahan bagi kehidupan adalah bintik-bintik debu, atau tetes-tetes noda, atau bahkan gumpalan-gumpalan kotoran. Maka kesalahan selalu saja mengotori kebeningan, menodai kejernihan, dalam dimensinya yang luas. Karenanya, kesalahan harus dibersihkan seperti dijelaskan Rasulullah, “Sesungguhnya seorang manusia, jika ia melakukan dosa maka di hatinya akan tercoreng warna hitam, dan jika ia meninggalkan perbuatan dosa itu serta bertaubat darinya, maka hatinya kembali bersih. Jika kembali melakukan dosa itu, maka hitamnya akan ditambah hingga menutupi seluruh hatinya, itulah tutupan yang disebutkan Allah dalam firman-Nya, sama sekali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (HR Tirmidzi).
Pada sebentuk kesalahan, selalu ada yang terkurangi dari  hak diri sendiri atau orang lain. Atau terdzalimi, atau terugikan. Kesalahan, sejatinya, adalah cacat yang mengurangi bobot dari sisi tertentu kehidupan kita. Maka kesalahan selalu meninggalkan hutang. Setidaknya hutang kesalahan itu sendiri di mata Allah SWT.
Hutang kesalahan itu harus dibayar. Begitulah peraturannya. Bahkan di komunitas orang-orang yang tak meyakini Tuhan sekalipun, mereka percaya prinsip itu. Orang-orang primitif dahulu karenanya, punya cara sendiri bagaimana menebus kesalahan itu. Najis dan kotoran dalam ajaran Yahudi dahulu, harus dibersihkan sekaligus dengan tempatnya. Bila mengenai kain harus dipotong kainnya. Bila mengenai kulit harus dicungkil kulitnya. Dosa-dosa tertulis di pintu masing-masing. Tidak ada rasionalisme di sana. Yang ada bahwa segala yang kotor harus dibersihkan. Meski itu harus mengorbankan nyawa mereka. Tapi itu setidaknya lebih elegan secara kemanusian, dari orang-orang sekarang. Yang tak sudi membayar kesalahan.
Tak ada kedigdayaan absolut pada diri kita. Kita hanya makhluk Allah, ciptaan-Nya. Di atas bumi-Nya kita berpijak. Kita lahir dan ada karena kehendak-Nya. Bahkan kita sendiri tak bisa memilih untuk ada atau tidak ada, untuk menjadi lelaki atau perempuan sejak semula. Lalu, dengan tertatih kita belajar tentang wujud, tentang ganjaran, dan akhirnya kepada Allah pula kita kembali. Maka, mungkinkah kita bisa lari dari membayar kesalahan?
Sejatinya kita akan membayar kesalahan itu, kelak, suka atau tidak suka. Tetapi membayar kesalahan selagi di sini, di dunia ini, adalah pilihan bagi orang-orang dewasa. Mereka lebih memilih menjadi pemberani, membayar hutang kesalahan itu di sini. Sementara para pengecut dan orang-orang yang berjiwa kekanak-kanakan, selalu punya segudang alasan untuk menunda membayar kesalahan.
Di sini, di dunia inilah sesungguhnya tempat yang paling memungkinkan kita membayar kesalahan. Jangan menunggu kehidupan di akhirat kelak, ketika segalanya sudah tidak memungkinkan lagi. Ketika sangat sulit bagi kita membayar kesalahan itu, kecuali dengan cara yang tidak akan kita sukai. Sebab di sana kita harus membayarnya dengan terpaksa, dengan cara yang tidak enak. Dengan azab dan siksa, kecuali Allah mengampuninya.
Mereka yang menganggap kesalahan adalah kebebasan berperilaku hari ini, sementara yang nanti adalah nanti, sesungguhnya orang-orang lemah. Mereka haya menunda penyesalan, dan menumpuknya menjadi malapetaka di kemudian. Sebab matahari belum berhenti, selalu ada hari baru, usia baru, dan itu artinya hidup kita semakin jauh banyak yang berlalu. Mereka telah kalah dengan cara yang tidak terhormat.
Kita mungkin tak suka bicara soal kesalahan. Sebab ada pertarungan di sana. Nurani kita yang jujur menginginkan jalan kebaikan. Tetapi hawa nafsu kita yang angkuh menginginkan jalan keburukan. Di ambang batas antara kejujuran dan keangkuhan itulah dosa dan kesalahan bertarung. Melawan suara hati yang polos dan sejalan dengan fitrah.
Maka, di sini, di dunia ini, bayarlah kesalahan-kesalahan kita. Selagi masih ada nafas. Selagi mata belum terlelap. Sebab toh suka atau tidak suka, kesalahan pada akhirnya akan terbayar juga. Kelak, di hari segala amal ditimbang dan diberi pembalasan seadil-adilnya.
(Ahmad Zairofi AM dalam Lelaki Pendek, Hitam, dan Lebih Jelek dari Untanya)

Jan 22, 2015

hidup

“Apakah hidup memang sesulit ini?” tanya In Hae, bocah cantik dalam Good Doctor.

Pertanyan In Hae itu bagai diputar keras-keras  dan terdengar berkali-kali di telingaku setiap kali aku merasa tak mampu hadapi rentetan masalah ini.

Hidup tak sulit, tapi memang beginilah adanya. Sikapmu yang jadi penentu, akan seperti apa kau di hari esok. Akan jadi dokter yang bagaimana? Akan jadi hafizhah yang seperti apa?

Memang seperti itulah hidup. Dan memang begini jatah hidupmu, yang sudah tentu harus kau syukuri. Ingat kan perjuangan dakwahnya Nabi dan para sahabat? Yang ditimpa bertubi-tubi cobaan hatta mereka merasa ga sanggup, dan Nabi berkata: istirahat nanti, ketika kaki menapak Jannah.

Pahamilah ma! Segala-galanya ini, untuk membayar itu. Cobaan ini, perih ini, derita ini, ayo konversikan itu jadi rasa manis kehidupan. Seperti Nabi yang kakinya bengkak ketika shalat, namun tak dirasa lagi sebab cinta pada Allah.


Mungkin Allah rindu dengan tangismu, dengan sendumu, dengan tawakkalmu padaNya. Maka Allah cabut nikmat libur cepat-cepat. Ada hadiah yang menantimu sayang, jangan putus asa dengan rahmat Allah okey ;)

Sep 15, 2014

pada akhirnya..

Dari ustad Hilman Rosyad
Jika derita dan nestapa akan menjadi masa lalu pada akhirnya? mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa? Sedang ketegaran akan lesbih indah dikenang nantinya

Jika kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa tidak dinikmati saja? Sedang keluhan dan isak tangis tak akan mengubah apa-apa

Jika luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa? Sedang ketabahan, kesabaran dan keikhlasan adalah lebih utama

 Jika harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti ingin dimiliki sendiri saja?Sedang kedermawanan justeru akan melipat gandakannya.

Jika kepandaian akan menjadi masa lalu pd akhirnya, mengapa mesti membusung dada? Angkuh & bahkan berbuat kerusakan di dunia?Sedang dengan kepandaiannya manusia diminta mengelola dunia dan segala isinya agar adil sejahtera bagi umatNya.

Jika bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti sendiri saja dirasa? Sedang berbagi bahagia akan membuatnya lebih bermakna.

Jika hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka?Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta dan diperbuat


Jika pesan ini akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti engkau nikmati sendiri saja?Sedang membagikannya pada sesama akan jauh lebih berpahala


Suatu hari, saat semua telah menjadi masa lalu aku ingin duduk di hamparan taman-taman surgawi. Bersamamu sahabat,  bersama orang-orang yg kita cintai, sambil saling bercerita dan bercengkrama mengenai apa yg telah kita lakukan di masa lalu yg indah hingga kita mendapatkan anugerah-keabadianNYA.


-forward dari kaksyay

Jan 30, 2014

lagi-lagi ikhlas

Beberapa hal baru baru bisa dipahami setelah bertahun2 terjadi. Keikhlasan menerima kehendak yg jd kunci agar 
pemahamannya bs muncul.. -june 10, 2013 via facebook

sabar?

karena kesabaran tak mengenal batas, maka bersabarlah sampai mimpimu ada di tanganmu -march 23,2013 via facebook

iyalah, kalau ada batasnya mah bukan sabar namanya *smile*

Kamu tidak menunggu

Kamu tidak menunggu waktu luang, tetapi meluangkan waktu untuk mimpimu! -asma nadia

iseng  buka-buka fb nemu ini, share jaman 2013 awal :')

Dec 22, 2013

TIMAPRES13



Ingin sedikit berbagi mengenai talkshow inspiratif imapres (ikatan mahasiswa berprestasi) sebelas maret yang diadakan Sabtu, 21 Desember 2013 di gedung B FPUNS. Acara yang disusun oleh mawapresUNS2013 (9orang mawapres) ini menghadirkan 4 orang mawapres tamu (dibahas selanjutnya). Dan masyaAllah, dari talkshow yang hanya berlangsung 2 jam, banyak sekali inspirasi yang didapat. Talkshow dipandu oleh Mawapres UNS dari FISIP, Mas Eri. Berikut adalah keempat mawapres yang jadi tamu di talkshow ini:

1       dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK, Ph.D
-          Mawapres Nasional 1 1996, pertama kali UNS meraih nasional 1, dan hingga 2013 belum ada lagi yang meraih nasional 1.
-          Dokter yang juga dosen, bendahara lazis, pengurus pmi, ketua RT, dan lainnya. “saya bisa melakukan banyak hal karena saya seorang dokter. sesibuk apapun aktivitas kita, jangan pernah lupakan core competence kita. Saya jadi bendahara lazis, karena saya seorang dokter. atau ketika jadi pasrah manten, maka saya akan selipkan pesan kesehatan, karena saya seorang dokter.”
-          Kata-kata yang menginspirasi beliau ketika maju mawapres nasional adalah kata-kata rektor ketika itu (alm), “masa iya sih UNS gabisa jadi juara?!”. Ketika itu dokter tonang merasa minder dengan univ macam UGM, UI, ITB, Unpad, Unud yang pembicaraan mahasiswa2nya adalah seputar acara di luar negeri. Sementara beliau? Tapi Alhamdulillah beliau membuktikan bahwa 1996 itu mawapresUNS berhasil jadi mawapres nasional 1. “kadang kita merasa terkungkung oleh tembok besar/tinggi yaitu sebuah ketidakmampuan, padahal kalau kita mundur selangkah dan mencoba untuk melakukannya, maka tembok besar tadi seolah-olah tak ada (bukan sebuah halangan lagi)”.
-          Dulu ingin masuk ke Hubungan Internasional, tapi malah dapat PMDK di Pend Dokter FKUNS. Tahun pertama nilai beliau (katanya) jelek. Sampai mau coba ujian untuk masuk ke HI Unpad/UI, tapi akhirnya gajadi karena ibunya bilang: “masuk PMDK itu barokah, kalau kamu keluar, berarti kamu melawan barokah”. Akhirnya beliau mikir lagi dan mulai sadar bahwa Ini adalah jalan saya. :’)
-          Terinspirasi dari guru Po di Kungfu Panda yang intinya ‘kadang kita merasa ini bukan jalan saya. Padahal sebenarnya ini adalah jalan saya’. Intinya sama seperti apa yang Allah sampaikan di 2:216 à Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui’
2       Mbak Birrul Qodriyah
-          Mawapres utama UGM 2013
-          Mahasiswi Ilmu Keperawatan 2010
-          Satu-satunya di keluarga yang menjadi ‘mahasiswa’. Saat baru masuk tak punya bayangan bagaimana itu mahasiswa, dan iseng menulis di agenda: Mawapres 1 UGM. Dan akhirnya Allah kabulkan di 2013 ini :’)
-          Mawapres Nasional Terinspiratif. Sebelum kompetisi mawapres nasional, diundang di acara dikti dan kisahnya banyak menginpirasi masyarakat.
-          Penerima beasiswa BidikMisi dan (satu lagi saya lupa, maaf..), mbak Birrul berpikir: ‘bagaimana cara saya bersyukur dengan beasiswa-beasiswa yang sudah saya dapat?’ :’’
-          Kata-kata ayah yang sangat menginspirasinya: “Profesionallah dengan profesimu”. Kemudian berpikir keras, bagaimana profesionalnya seorang mahasiswa? Setelah bertanya ke kakak tingkat, akhirnya mendapat jawaban bahwa mahasiswa dikatakan professional dengan mengikuti PIMNAS dan Mawapres. Mbak Birrul pun mengikuti banyak kompetisi yang mengantarkannya jadi mawapres.
3.     Mas Agus Widodo
-          Mawapres utama UNNES 2013
-          Mahasiswa Sastra Inggris 2010
-          Mawapres Nasional 3 2013
-          “Jadi mawapres itu keuntungannya jadi dekat dengan Dikti; jadinya kalau mau ikut event internasional pasti diutamakan”.
4.     Mas Rachmad Adi Riyanto
-          Mawapres utama UNS 2013
-          Mahasiswa Ilmu Teknologi Pangan 2010
-          Dari dulu sudah pengin jadi mawapres, maka beliau melakukan banyak hal dari smt 1 biar bisa jadi mawapres. Mendekati seleksi mawapres, sering kepo medsos teman2 calon mawapres lainnya.
-          Di proposal hidupnya dulu ditulis: jadi mawapres fakultas dan 3 besar mawapres univ. makanya pas ternyata beliau jadi mawapres utama, malah cengo d:
-          Tugas mahasiswa itu 5B + 1S: belajar, berkarya, berprestasi, bermanfaat, bermartabat, dan berSyukur :’)
Setelah bincang-bincang, keempat tamu ini lalu memberikan pesan-pesan untuk para pesertanya:
1.       dr. Tonang
-          orang sukses itu seperti orang yang berlari. Kesuksesan bukan diukur dari seberapa cepat larinya, atau seberapa jauh jarak yang ditempuh, TAPI seberapa banyak yang ia lakukan ketika berlari itu. Jadi, bukan seberapa lama kita hidup namun berapa banyak bekal yang sudah kita kumpulkan. Apakah kita akan jadi orang yang hidup lama dengan bekal sedikit? Atau hidup sedikit dengan bekal banyak? Tentu tak penting seberapa lama kita hidup, tapi sebanyak apa bekal yang bisa kita kumpulkan? Ingatlah firman Allah di AlMulk:2 àDia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.’ :’’
-          Pilihlah 1 kegiatan, tekuni, dan berprestasilah disana. Dan kamu akan melejit!
2.       Mbak Birrul
-          Mawapres itu bukan prestasi tertinggi, tapi merupakan sebuah pengakuan puncak bagi kumpulan2 prestasi seorang mahasiswa.
-          Jadilah mahasiswa bukan yang bermasalah/ mempermasalahkan masalah, tapi jadilah bagian dari solusi masalah.
3.       Mas Agus
-          Jadikan 1 hal atau beberapa hal sebagai motivasi terbesar kalian!
4.       Mas Rachmad
-          Mawapres itu bukan mahasiswa paling pintar atau paling baik. Tapi dengan jadi mawapres, kita akan termotivasi untuk menjadi teladan yang baik.

Di akhir talkshow, ada pertanyaan tentang bagaimana para mawapres ini memanaj waktu mereka, berikut jawabannya
1.       Mas Rachmad
-          Sebelum saya jawab, saya ralat sedikit yaa. Bukan manajemen waktu, karena waktu itu selalu berjalan, kita mana bisa nyuruh ‘eh waktu, berhenti sebentar dong’ tapi yang benar adalah bagaimana manajemen diri kita pada waktu (:
-          Kalau saudara diberi hadiah sekian juta oleh bank, maka pasti akan dimanfaatkan dengan baik kan? Nah ketika kita menganggap waktu adalah hadiah yang sangat berharga, maka manfaatkanlah!
-          Tipsnya yaitu kenali kesibukan diri. Usahakan agar kita tidak punya banyak waktu luang, karena katanya anak muda dan waktu luang identik dengan maksiat ya? Maka sibukkan diri kita dengan hal yang positif sehingga tidak ada waktu luang untuk bermaksiat.
2.       Mbak Birrul
-          Waktu itu seperti teman-teman naik taksi, harus punya tujuan yang jelas. Kalau naik taksi, ga punya tujuan, kita akan diantar kemana? Pasti akan muter-muter dan kembali ke tempat awal. Begitu juga waktu, kalau dibiarkan, ya akan terus jalan, sementara jatah hidup kita di dunia terus berkurang. Mau disia-siakan? Maka kita harus punya tujuan hidup yang jelas. Saya belajar mengatur waktu ketika saya ikut banyak organisasi. Tapi di setiap organisasi saya punya tujuannya. Misal ketika semester 1 ikut 5 organisasi, ikut BEM tujuannya supaya bisa jadi public speaker, ikut organisasi ilmiah tujuannya menghasilkan sekian karya. Ada goal yang jelas di tiap organisasi yang saya ikuti.
-          Kenali kapasitas diri. Manusia 1 dengan yang lainnya tidak bisa disamakan, karena kapasitas dirinya berbeda-beda.
-          Buat daftar apa yang harus saya lakukan hari ini. Setelah itu akan terlihat, kegiatan mana saja yang harus diprioritaskan dan tentukan juga alternatifnya.
-          Pastikan tiap detik itu berharga. Prinsip hidup saya: do the best and Allah will give success. Ketika kita melakukan yang terbaik, maka serahkan semua pada Allah, biar Allah saja yang tentukan hasilnya apa kita pantas jadi yang terbaik, apa kita pantas sukses. Lakukan yang terbaik saja! :’)
3.       dr. Tonang
-          mulailah dan berakhirlah dengan core competence. Semua kegiatan saya berangkat dr dokter dan kembali ke dokter. sehingga semua aktivitas saya tidak terasa berat.
-          Lakukan semua karena ibadah padaNya, insyaAllah ga akan berat :’’)
Selain talkshow dengan 4 orang mawapres kece-kece tadi, hari itu juga ada peresmian IMAPRES SEBELAS MARET (Ikatan Mahasiswa Berprestasi Sebelas Maret). Apasih tujuan imapres ini? Tujuannya untuk mengenalkan mawapres pada mahasiswa. Kalau mahasiswa kenal dengan mawapres, kelebihan jadi mawapres, mahasiswa akan berpacu untuk jadi mawapres, dan otomatis mahasiswa ini akan mengumpulkan prestasi. Dengan perolehan prestasi yang banyak, diharapkan nama UNS jadi dikenal oleh masyarakat luas. Selama ini orang kan suka salah kira. Dikiranya UNS itu Universitas Negeri Solo, atau apalah. Banyak juga yang gatau UNS itu dimana. Makanya tugas kita sebagai mahasiswa yaitu mengenalkan UNS pada masyarakat, pada teman-teman di universitas lain supaya mereka tahu kalau UNS itu Universitas Sebelas Maret yang ada di Surakarta. goal utamanya imapres sebenarnya ini. Agar mahasiswa UNS lebih terpacu untuk berprestasi. Kalau ngga kita yg ngenalin, siapa lagi? Smangaaaaat ^^9


Sekian yang saya dapat dari acara timapres13 kemarin, maturnuwun (:

Nov 17, 2013

tentang cinta

Bismillah

biar cinta jadi lembaran menarik yang layak dibaca..

jauhkan yg dicinta dari api, dekatkan ia pada cinta Illahi

lelaki pecinta Allah, memuliakan wanita adalah menjaga jarak dan melindungi izzah. tak mengajak wanita salag langkah, sungguh kehormatan itu lebih daripada darah

wanita pecinta Allah, pintar menempatkan diri agar tak jadi fitnah. menghormati pria adalah tidak mengumpankan manis harapan, membuat pria gelisah.

pandangan mata, tutur lisan, dan gerak badan adalah senar-senar asmara yang berbahaya bagi pria apalagi wanita

bicaralah cinta pada perjuangan dakwah menegakkan kehidupan islami | tak banggakah kita mencinta yang Rasul cinta?

katakanlah cinta pada pergerakan islam yang harus terus dibela | tak senangkah kita membela apa yang Rasul bela dalam hidupnya?

yang muda boleh bercinta, namun tidak dengan cara kaum penyembah berhala. yang menjadikan cinta sebagai tandingan sesembahan selain Dia

bila belum sanggup mengikat cinta, bersabar adalah pilihan yang utama. bersabar untuk masa depan, masa yang lebih lama

Allah sayang kepada hamba-hambaNya yang berserah dan menjaga diri. terlebih lagi kaum muda yang memperhatikan harga diri

-dikutip dari Udah, Putusin Aja @FelixSiauw
jangan lihat siapa yang menulis, tapi lihat isinya. semoga bisa jadi bahan evaluasi kita (:

Oct 12, 2013

dulu. dan sekarang

GAMAIS ITB. Keluarga mahasiswa islam ITB. | yaAllah.. Rabb.. bantu aku melepaskan mimpi-mimpi ini. Tolong aku mengikhlaskan semua impian ini. Yang sudah terpatri, bagai dipaku di kepala. yaAllah berikan pengganti mimpi itu di solo. Keluarga yang jauh lebih baik bagiku. Mungkin gamais baik, tapi mungkin ada yang lebih baik baiku. Rabb tolong.. :’( | kamu bahkan menyerah sebelum bertarung. Ah mimpi apa itu ma. | Aku tidak menyerah ): | alasan saja | Aku.. Ah bodohnya diri ini sungguh. Pembual besar. Membualkan mimpi-mimpi setinggi langit. | Ma. Harusnya ingat betapa beraninya kamu dulu mengambil keputusan ini. Jikalau senyuman umi abi yang kau harap, maka harusnya itulah yang menjadi spirit perjuangan di fk. | Mestakung? Hah rasanya untuk masuk kimia, semesta tak mendukungku.| Jika ridha Allah jadi tujuan, rasa sakit takkan dirasakan.

***

   Itu pergolakan batin yang terjadi ketika awal mencicipi dunia fk. Masih awal sekali. Masih penuh ego dan ketidak ikhlasan. Astaghfirullahal’adzim, betapa tidak bersyukurnya diri ini.
   Sekarang, setelah 2 bulan disini, setelah mengikuti training esq, ikut banyak kajian, kenal dengan banyak sosok luar biasa; Allah bagai menjawab keluh kesah di atas. Sungguh, kuliah di fkuns dan nyantri di pesmi Arroyyan adalah yang terbaik.
   Allah memberikan keluarga, pengganti gamais yang kemarin terlihat terbaik bagiku, dengan banyak keluarga baru disini. Keluarga Arroyyan, semoga kelak kami dapat jadi satu keluarga jua di Jannah ArRoyyanMu kelak YaAllah :’) Keluarga Alacritas, keluarga pendidikan dokter, keluarga di fakultas kedoteran, keluarga mahasiswa islam. Alhamdulillah YaAllah.. maka benar kata imam syafii, merantaulah, maka kau akan dapatkan pengganti keluarga yang ditinggalkan :’)
   Mengenai mestakung di atas, sepertinya harus diralat. Salah besar jika semesta tidak mendukung. Siapa bilang di jurusan ini tak bisa berdekat-dekat dengan kimia dan jadi scientist? Bisa kok insyaAllah. Dan asma merasa Allah sudah tunjukkan jalannya. Kuliah disini, bertemu lulusan jepang seperti dr Tonang, dr Afi, dr.Indah yang luar biasa. Dan bisa jadi salah satu asuhan dr. Afi di Biomedical Study Club adalah satu hal yang sangat disyukuri. Oh.. begini maksudnya Allah. Mungkin harus memantaskan diri dulu sebelum belajar di jepang, salah satunya dengan menjadi muridnya dokter2 hebat ini.
   Sungguh, aku tunduk pada Allah. Pada segala ketentuanNya. Terima kasih Rabb atas segala kemurahanMu :’)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (AlBaqoroh: 216)