ternyata, yang hilang adalah semangat. dan target hidup.
benar, hidup jadi terasa hampa betul tanpa target dan semangat.
mau hidup mengalir bagai air? silakan. dan kau akan merasa kosong sepanjang waktu.
maknai hidupmu!
maknai sibukmu!
ambil hikmahnya!
jangan hanya bersibuk ria, habiskan pasokan oksigen tanpa bisa menimba ilmu dari universitas kehidupan.
wahai asma, masih mau merasakan kekosongan yang sama di semester depan?
Feb 5, 2014
Hilang Data
Bismillahirrahmaanirrahiim
Data
saya hilang. Hilang sehilang-hilangnya (oke ini agak berlebihan d:). Tapi ini
serius. Data pribadi yang isinya tulisan-tulisan saya dari jaman seragam
merah-putih itu raib. Ga berbekas sama sekali.
Jadi ceritanya,
waktu liburan di rumah kemarin, saya hobi banget dengerin lagu dari hard disk
eksternal yang dicolok ke laptop. Itu lagu emang ga mau dipindahin ke laptop,
niatnya biar ga usah dengar lagu lagi, hehe. Tapi karena warga rumah menuntut
setel nasyid, jadilah selama di rumah hard disk eksternal itu bolak-balik
nyolok laptop. Dan kadang, kalau lagi berkutat di depan laptop, suka ada yang
iseng mindahin itu posisi laptop. Otomatis HDE nya juga pindah kan. Dan entah
diapain sama adek, saat suatu sore saya coba koneksikan HDE dengan laptop,
JLEB, HDE saya ga kebaca. Terbayang sudah dokumen penting dan juga data tulisan
yang kalau digabungin entah berapa ratus lembar hilang :’
Tapi karena
saya pantang nyerah, ngga mau bawa itu HDE ke tempat servis, saya usahakan untuk
gugling siapa tau HDE bisa kebaca lagi. Mulailah petualangan dari satu web ke
web lain, satu software ke software lain. Sampai ketika proses berkelana itu
berlangsung, dan komputer saya minta direstart, eh, malah setelah mati, dia
lama banget bootingnya. Layar laptop hitam. Dicoba dicabut batrenya terus
dinyalain lagi, masih sama. Rasanya pengin teriak, pengin banting itu laptop
biar nyala lagi. Gimana lah caranya.
Akhirnya saya
nyerah.
Laptop dan
HDE, keduanya dibawa ayah ke tempat servis. Laptop, harus reinstall windows dan
cleaning semua data D. Panik, banget, apalagi laptop itu diservis h-1 sebelum
saya harus hijrah ke surakarta. Khawatir ga bisa bawa laptop ke solo kan
gaswat.. tapi akhirnya Alhamdulillah saya bisa membawa laptop yang sudah sehat
itu ke solo. Tapi isinya kosong. Plong. Sementara hard disk saya masih
tergeletak di rumah. Bingung mau di RMA apa diapain enaknya =,= masih berharap
semoga ada keajaiban data2 saya kebaca. Walau kecil kemungkinannya sih. Sampai detik
ini masih nunggu konfirmasi orang rumah apakah HDE itu masih bisa kebaca atau
engga.
Hikmah dari
kehilangan ini adalah, don’t ever trust your device! Selalu buat backup di
dropbox/google drive. Sebenarnya data tulisan saya itu udah di backup di banyak
tempat. Di laptop, di flashdisk, di HDE, di blog juga ada. Tapi tetep aja data
yang paling update itu d HDE, soalnya kan emang gampang dibawa2 dan dipindah. Yah
pokoknya data penting sekecil apapun itu, di kopi ajalah ke DB/GD biar aman dan
bisa diambil dimanapun kapanpun, walau harus terkoneksi internet.
Sejak
data-data itu hilang, rasanya kosong betul. Mau nangis juga yaa gimana.. mau
marah juga emang ini kesalahan dan kecerobohan pribadi. Akhirnya Cuma bisa
diam. Setidaknya mulai sekarang, backup an file jadi lebih rapih. Okelah ya,
aku rapopo ;)
Feb 2, 2014
Tafakur Jalan
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Pekan ketiga
di rumah, umi seperti tak ingin kehilangan momen dengan sulung putrinya yang
sebentar lagi bakal hijrah ke solo. Benar saja, setelah kelamaan leyeh-leyeh selama 2 pekan, pekan ketiga
ini umi ngajak ane jalan-jalan. Bukan ke mal apalagi tempat wisata, tapi
benar-benar jalan-jalan.
Umi hobi
banget sama yang namanya traveling, bahkan dengan mengandalkan motor saja. Pekan
ketiga ini ana dibonceng umi silaturahmi ke bule umi yang tinggal di bogor,
terus nyari jalan baru menuju gunungsindur (jalan baru: jalan alternatif selain
jalan raya), sampai ke rumah tante maya di bekasi. Yap, semuanya pakai motor. Dan
umi tidak pernah mengeluhkan apa pun tentang ini, emang dasarnya doyan jalan
sih d:
Dan selama
perjalanan kemana-mana itu, Allah hadirkan memori kelas 3 pada diri ana. Misal,
waktu nyari jalan ke gunungsindur itu sempat lewat BSD, dan pas banget
ngelewatin gedung tempat ana tes IELTS. Memandang gedung tinggi itu, rasa
deg-degan waktu mau tes ielts hadir lagi. Betapa harapan, usaha, doa manusia
takkan bisa menembus apa pun jika Allah tak kehendaki.
Kalau dipikir
pakai logika, waktu itu ngga mungkin banget ikut tes ielts. Kalau keberanian
itu tak dititipkan Allah di dada ini, mana pernah kali asma ngerasain yang
namanya tes bahasa inggris berjuta-juta. Tapi yah, kun fa yakuun, dengan segala
keterbatasan akhirnya ikut juga tes itu. Dan akhirnya ga kepake karena ane
gagal seleksi pertama ILA. Terus ngga nyoba daftar tohoku juga, padahal bisa
aja kali kalau mau daftar. Mengingat kata ‘ga lolos seleksi’ itu bikin hati ana
berdesir-desir, yaAllah.. :’
Lanjut, selain
memoar akan tes ielts, sepanjang perjalanan menuju gunungsindur itu ana juga
teringat dengan Insan Cendekia. Betapa dulu pengin banget masuk sana, tapi akhirnya
istikhoroh dapatnya di sekolah bawah kaki Gunung Karang, CMBBS. Senang masih
dapat sekolah gratis, sekaligus sedih karna gabisa nurutin maunya umi. Tapi akhirnya,
walaupun ga sekolah di insancendekia, dapat banyak kenalan yang jebolan sana
adalah suatu anugerah. Alhamdulillah :’)
Beda lagi
dengan perjalanan menuju stasiun senen yang ngelewatin Gelora Bung Karno. Langsung
inget lomba yang diadain Kandel, inget juga waktu tes STIS. Pun teringat dengan
pameran pendidikan yang pernah beberapa kali ane ikutin sejak smp di GBK. Saking pengennya
ngerasain sekolah di luar negeri. Nyatanya, Allah lebih suka ane hijrah ke solo
(dulu), wallahua’lam :’)
Maka sepanjang
duduk di boncengan umi, ane lebih banyak diam. Sambil harap-harap cemas dalam
hati, sambil berdoa juga: yaAllah, kalau memang jalan asma jadi dokter, tolong
dimudahkan. Tapi kalau ternyata bukan, tolong tunjukkan yang lebih baik..(psst.. ini bukan galau loh, hanya doa saja (: )
Makasih banyak umiku sayang, yang udah nganterin asma kemana pun asma mau pergi. Yang udah nemenin asma tes di berbagai tempat. Makasih banyak mi, udah mendukung segala mimpi-mimpi, sekalipun itu konyol dan ga logis, makasih banyak. Bersyukur luar biasa, Allah titipkan asma di dunia pada seorang malaikat tanpa sayap, ummi Irma. Alhamdulillah. YaAllah, hadirkan syurgaMu untuk superwoman yang satu ini :') aamiin
Subscribe to:
Posts (Atom)