Betapa bahagianya, dicintai oleh yang kita juga cinta.
Maka.. harusnya.. kebahagiaan hakiki itu adalah ketika kita bisa mencintai Allah dan Rasulnya.
Sebagaimana Allah sangat mencintai hamba-nya.
Sebagaimana rasul sangat mencintai ummatnya. Yang disebut2 di akhir hayat, yang begitu dipedulikan kelak di akhirat.
Cinta Allah dan Rasul. Cinta pada kitabnya. Rasanya masih seujung kuku.
Betapa cinta, kagum, suka sama lawan jenis, karena pesona keilmuan dan akhlaknya; harusnya tak pernah melebihi cinta pada rasul. Dan harusnya tetap berlandas pada cinta Allah.
Mungkin itu yang disebut puncak keimanan.
Ketika Allah dan Rasul-Nya lebih kita cintai, daripada apapun
4.15, 06042016
Omwt solo w Jaka Tingkir
Showing posts with label kajian islam. Show all posts
Showing posts with label kajian islam. Show all posts
Apr 8, 2017
Apr 4, 2015
KAJIAN AKBAR MUSLIMAH HUMAIRA
Pembicara:
Teh Ninih Muthmainnah
Tempat:
Masjid Fathimah Solo
Waktu:
4:25 pm 4/4/2015
1. Al-Ikhlas
3x , doa khatmil Qur’an
2. 1
yg harus kita syukuri adalah mukjizatnya Nabi Muhammad: Al-Qur’an. Walaupun
lahirnya jauh, bukan disini, tapi sekarang kita dengan mudahnya menemukan
Al-Qur’an. Maka tanda syukur kita adalah keinginan untuk menjadi keluarga
Qur’ani, keluarganya Allah. Sebab yang bisa ketemu Allah adalah keluarganya
Allah :’’
3. Ayat
kauniyah. Membaca tanda-tanda kekuasaan Allah dari yg lain (bukan dr ayat
langsung). Kisah imam Ghazali yang dititipkan ke ulama tasawuf. Ihya
‘ulumuddin. Di akhir hayatnya, ia memeluk kitab Bukhari. Intinya, ilmu2 yang
dititipkan ke beliau ngga sebanding sama yang Allah titipkan ke Nabi dan Rasulnya.
4. Ciri
keluarga Qur’ani ada 3:
1) Tujuan keluarga adalah akhirat (Ar-Ra’du:23-24)
( 23 ) (yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke
dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya,
isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke
tempat-tempat mereka dari semua pintu;
( 24 ) (sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum
bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
Kalau keluarga tujuannya dunia, lihat aja gaya
hidupnya oranng-orang barat. Bahagia ia, tapi seret.
Bisa saja dalam sebuah keluarga, ada yang hafal
Qur’an tapi belum tercermin dalam kepribadiannya. Ada juga belum ada yang
hafal, tapi tadabbur Qur’annya oke. Yang ideal ya hafal dan perilakunya
tercermin Akhlak Qur’an.
Ibunya, walaupun ngga hafal 30 juz, tapi mensupport
anaknya seperti ibunya Imam Syafi’i. yuk tadabur Qur’annya yg rajin :’’
2)
Di rumahnya penuh ketentraman
Tak peduli harta
sebanyak/sesedikit apa, tapi keimanan dalam keluarganya utuh. Sebab nikmat
terbesar dalam hidup adalah nikmat keimanan dan ketaatan.
Anak-anaknya sudah
bikin adem?
Pertanyaannya
coba dibalik ma, kehadiranmu sudah bikin adem ummi abi belum? :’’
Kalau rumahnya belum
tentram, berarti ada yang salah
3)
Bermanfaat untuk orang lain
Siapa keluarga yang paling
bermanfaat? Keluarga Rasulullah..
5. Membaca,
memahami, mengamalkan, mendakwahkan, menghafalkan.
M 1-3 itu fardhu ain.
4-5 fardhu kifayah.
Barangsiapa
yang di dalam rumahnya tidak ada Qur’an, maka seperti makam – Alhadits.
Ibunya melakukan 1-5,
juga mensupport penuh anaknya untuk hafal. Ruh Qur’an ibunya masuk ke jiwa
anak.
Baca Qur’annya
pakai hati, yakin sedang berdialog
dengan Allah. Kalau lagi sholat, baca alfatihahnya sambal mikirin apa?
Tanya
jawab
1. Bagaimana
cara memotivasi anak agar ia tidak tertekan/ merasa terpaksa untuk
menghafal?
Anak itu melihat dan
merasa.. ketika menuntut anak untuk menjadi penghafal Qur’an, harus dicoba dari
diri sendiri. Usaha, lakukan mulai dari diri sendiri. Urusan taufiq itu
urusannya Allah. Yang penting niat kita lurus, usahanya ada, semata2 untuk mengejar ridho Allah. Bukan untuk
berbangga-bangga. Anak yang hafal Qur’an juga adalah ujian.. sebab pribadi dan
akhlaknya juga harus mencerminkan Qur’an. Anaknya, jangan dipaksa….
Mar 13, 2014
KANTIN SPESIAL
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Pagi ini (Jumat, 14 Maret 2014) ada KANTIN
SPESIAL di Masjid Kampus tercinta, Nurul Huda. Kajian ini diisi oleh ustadz
Syihabuddin Alhafidz, salah satu pengasuh Ma’had Tahfidzul Qur’an Isykarima
CMIIW. Kajiannya jos banget, walaupun saya datang telat, tapi masih bersyukur
Alhamdulillah masih dapat banyak hikmah dari kajian ini.
Kajiannya tentang ‘Berilmu dulu baru
beramal’. Ustadz menceritakan banyak sejarah peradaban islam, yang sedikit agak
panjang itu ketika bercerita mengenai Muhammad Al Fatih. Yaap, sang penakluk
konstatinopel yang sudah hafal Qur’an
sejak 9 tahun, kemudian jadi walikota di umur 15 tahun. Lalu penakluk di
usia 21 tahun. Wah muda sekali ya? Coba ingat-ingat, di umur 15 tahun kita
sedang apa? Di umur 15 tahun apa kompetensi anak muda kini?
Pembahasan selanjutnya, ini dari
penyampaian ustadznya langsung ;)
Saat ini kita masuk ke sistem dimana kita
baru bisa ‘menghasilkan’ ketika sudah lulus strata 1 (sekitar umur 21 tahun),
mari tengok sistem pendidikan kita:
SD=
sekolah dasar= belajar yg dasar-dasar, yg sederhana
SMP
SMA= sekolah menengah, tengah2, setengah dapat setengah engga?
Strata
1= mulai fokus bidang, itupun dimulai dari dasar lagi.
Sekarang, mari bandingkan dengan siroh
Muhammad Al Fatih
9
tahun= hafal Qur’an
15
tahun= walikota
21
tahun= pemimpin pasukan perang menaklukan Konstantinopel.
Coba tengok lagi, 15 tahun sudah jadi
walikota. Kita sama-sama tahulah yaa tugas walikota itu ga sedikit. Banyak urusan.
Politik, sosial, budaya. Dan itu dipegang oleh seorang remaja 15 tahun. Dan ini
ga Cuma Muhammad Al Fatih aja. Nabi Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam, umur
12 tahun sudah melakukan ekspor impor (dagang ke syam), dan banyak kisah
sahabat-sahabat beliau yang memegang peran penting saat masih muda (Kisaran belasan
sampai 20-an).
Lalu, bagaimana seharusnya kita mengkader
seorang muslim? Kembali ke shiroh! Kembali ke sejarah Nabi Muhammad dan para
sahabat! Dan, beginilah seharusnya anak dididik:
Umur
3 tahun= mulai dikenalkan pada Al-Qur’an. Tidak usah menulis, tidak usah
membaca dulu. Cukup dibacakan ayat Qur’an terus menerus sampai anaknya hafal. Sambil
diselipkan kisah shiroh nabawiyah pada anak.
Umur
7 tahun= hafal Qur’an.
Setelah
hafal Qur’an, barulah anak dikasih ilmu apa saja. insyaaAllah akan bisa
menyerap dengan sangat baik. Karena Qur’an itu Quantum. Al Qur’an sudah banyak
sekali memberikan konsep-konsep hidup, konsep ilmu pada kita, hanya banyak dari
kita yang belum memiliki sensitivitas intelektual. Karena apa? Karena kita
banyak yang belum hafal Qur’an.
Kalau hidup manusia ga pake konsep
shiroh, nanti bakal sia-sia hidupnya. Kembali pada shiroh, ikutin aja sama
persis. Ikuti bagaimana Muhammad Al Fatih dididik.
Al Qur’an dan shiroh adalah installer
terbaik. Kalau sudah terinstall ini, insyaAllah diberi ilmu apa saja, seberat
apapun kelihatannya, insya Allah akan berkembang dengan baik.
Kalau umat islam ingin bangkit, kembali
ke Qur’an! Kembali ke shiroh! Buat mindset shiroh di otak. Baca dan khatamkan
shiroh nabawiyah, kemudian kita akan tahu bagaimana seharusnya bersikap,
kembali pada shiroh, agar tahu bagaimana menyelesaikan masalah.
***
Inti kajian ini satu: kembali ke Qur’an
dan Shiroh Nabawiyah. Namun disampaikan dengan semangat dan intermezzo yang
menggelitik. Menggelitik karena malu, sudah sebesar ini tapi belum bisa apa-apa
:’ ohya, ini ada link (klik disini) tentang seorang wanita luar biasa yang mendidik 10
anaknya menjadi penghafal Qur’an. Semoga sama2 bisa jadi pengingat dan
penyemangat untuk kita semua.
Sekian,
Jumat Mubarok! Jangan lupa al kahfi dan tetep semangkA, semangat karena Allah
:D
Nov 23, 2013
Accelaration
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Hanya
orang-orang hebat yang melakukan sholat berjama’ah, dhuha, tahajjud, tilawah
dengan istiqomah. Mengapa? Karena orang hebat itu tercetak dengan banyak
tantangan dan hambatan. Dan untuk istiqomah melakukan ibadah di atas, banyak
sekali tantangan dan hambatan. Hambatan dari kemalasan diri ataupun bisik
syaitan sekitar.
Maka ingatlah,
jangan pernah remehkan teman-teman yang istiqomah ibadah tersebut. Mungkin sekarang,
bisa saja orang-orang itu memiliki nilai yang lebih rendah dari kamu. Tapi lihatlah
suatu hari nanti, pasti akan ada lompatan kesuksesan yang mereka lakukan. Ibadah
mereka itu, jadi kendaraan percepatan kesuksesan. Jadi benarlah apa yang Allah katakan
di Muhammad ayat 7
So, don't miss the accelaration. keep hamasah (:
-materi Akh Syukri, PD11 di acara Auskultasi
Subscribe to:
Posts (Atom)
