Sep 6, 2014

LIKE

terkadang takut, bila mempublish kata-kata atau pun mengganti profile picture dengan sesuatu yang mengundang banyak jempol orang.

mulanya sumringah, sebab berarti kata/gambar nasehat tersebut banyak dilihat orang.
semakin banyak melihat, semakin luas nasehat tersebar, menjadikan yang punya jempol jadi insan yang lebih baik.
tapi kemudian takut.
ada tanya dalam diri yan menghantui.

kau ingin sekali terlihat baik ya sampai harus terus menerus mengganti status dengan kata-kata dan gambar nasehat?

Innalillahi wa inna ilaihi rooji'uun..

Sep 4, 2014

*smile*

Bagaimana seharusnya bersikap bila ada ikhwan yang biasa menunduk ketika berjalan, diam, dan tiba-tiba kini kau menemukannya berwajah tegak, dengan senyum menghiasi wajahnya mengarah padamu, walau mungkin bukan kau yang ingin disenyumi.

Haruskah dibalas dengan senyum manis?
Atau haruskah kau berpaling menunduk?
Atau pura-pura tidak melihat?

Aku tidak memilih ketiganya. Aku memang benar-benar tidak melihatnya sebagaimana seharusnya aku tidak melihatnya. Hanya saja, tadi sahabatku menyapa ikhwan yg biasanya diam itu. Dan kemudian sahabatku bilang, “ia tersenyum”. Aku berpaling, agar mataku tidak nakal mencari-cari senyumnya. Fuh, Alhamdulillah nggak jadi lihat.

Tapi kemudian aku jadi berpikir, bagaimana seharusnya akhwat bersikap ketika ada ikhwan yang melempar senyum?
                Ih senyumin balik aja, senyum persaudaraan.. ukhuwah..
Atau..
                Loh selama ngga ada rasa yaa biasa aja. Senyum senyum aja. Gitu aja kok pakai mikir..

Tapi..

Bagaimana jika senyummu yang seharusnya jadi senyum biasa di mata semua orang, tiba-tiba objek yang kau senyumi merasa terbang melayang?

Bagaimana jika saat kau tersenyum padanya, setan membumbui pikirannya dengan hal-hal manis dan membuatnya terlena?

Dan bagaimana jika saat kau melihat senyumnya, yang seharusnya jadi senyum biasa, tapi jadi sesuatu yang berbeda saat setan memanas-manasi hatimu.

Ya Allah.. aku takut..



5 september 2014, setelah melewati lorong tutorial.

Sep 1, 2014

pergi

meninggalkan yang dicinta demi mendapat cinta yang lebih besar.

Ya Allah bimbing aku.. ridhoi langkahku..

demi mahkota untuk ummi abi :''