Aug 5, 2013

tak lelah mengingatkan


ini ana copast dari page Ustadz Felix Siauw di fb. yuk dibaca dulu.. pelan-pelan, dan bismillah dulu ya, semoga Allah beri keterangan hati (:


orang sibuk nyari lailatul qadr, yang lebih baik dari 1000 bulan | dia malah pacaran nggak nyadar, nyesel kalo dah telat datang bulan? 


"aku paacaran nggak ngapa-ngapain kok!" | nggak ngapa-ngapain, terus ngapain pacaran? ‪#‎TepokJidatTetangga‬

"alhamdulillah, aku pacaran LDR, beda negara" | mau beda negara, beda dunia, beda alam, tetep aja haram‪#‎TepokJidatTetanggaLagi‬

kalo udah dilarang ama Allah dan Rasul, mbok yao (mother yes please) dengerin | ee.. malah dibantah, cari pembenaran..‪#‎TepokJidatLagi‬

"terus solusinya gimana dong?" | ya nikahlah | "kita kan masih kecil" | sudah tau kecil, belum siap, masih nekad =_=

"seandainya nikah itu semudah tweetnya @felixsiauw" | karena nikah nggak mudah, maka jangan dipersulit dengan pacaran, andersten? (=_=)

"seandainya nikah itu semudah twitnya @felixsiauw" | yang nge-tweet begini biasanya aktivis pacaran belum nikah, dan senewen hehe.. 


nikah itu sulit, pacaran juga sulit | satu sulit berpahala, satu sulit pake dosa | pilih mana? 


nikah itu nggak mudah karenanya hayuh siapin ilmunya dari sekarang | pacaran maksiat berkedok persiapan, dapetnya dosa bukan ilmu (=_=)

persiapan menikah paling logis bagi lelaki itu menaati Allah dan mengimani Islam secara penuh agar jadi Imam yang baik | setuju? RT dah!

persiapan menikah paling realistis bagi wanita itu menaati Allah, menyiapkan diri taat pada suami dan mendukung ibadahnya | setuju? RT dah!


jangan bosan diingatkan ya, sob.. jangan pernah bosan. kali ini mungkin tulisan ini bisa ingatkan sobat sekalian. tapi kali lain? mungkin ana yang butuh diingatkan.. yuk kita bersama2 terus memperbaiki diri, saling mengingatkan, dan mendoakan.. bukankah begitu pertemanan yang sesungguhnya? (:

Aug 2, 2013

Ana tau kok

Jadi.. saat libur panjang kemarin, ana banyak dikejutkan berita baru yg muncul di twitter. Biasalah, berita2 yg muncul setelah resminya pelepasan kita (baca: farewell)

Sebenarnya ana bukan tipe yang suka ikut campur urusan orang.  Bahkan boleh dikatakan ana lebih terkesan cuek. Tapi seiring berkembangnya jejaring sosial, kadang timbul juga rasa ingin tahu. Jadilah buka2 bio orang dan stalking ga jelas.

Disitu ana menemukan beberapa bio teman ana, ternyata ada banyak yg berubah. Ada yang bio nya disamain sama pacarnya, entah itu majang angka doang di bio nya. Angka jadian kali haha. Atau yg udah pede banget nulis seakan ‘dia’ miliknya.

Yang punya akun mah ngeles wae. Bilang Cuma ldr lah.. Cuma smsan lah. Ga pernah jalan bareng. Atuh tetep aja namanya deket2 begitu mah sama aja mendekati zina.

Wa laa taqrobuzzina, innahu kaa naa faahisyah (dan jangan kamu mendekati zina, sesungguhnya itu perbuatan yg keji)

Dalilnya jelas. AlQur-an.
Kan kita ga pegang2an.. ga akan macem2..
Hei tapi dengan sering berinteraksi bukankah itu mendekati hatinya à pacaran à zina?
Akhi.. ukhti.. tak malukah? tak malukah dengan hijab atau peci yang kau gunakan?
Tak ingatkah dengan nasehat ustadz ustadzah dulu?
Masih kurang contoh kah? Apakah fathimah-ali tak bisa lagi jadi panutan?
Sungguh, simpanlah dulu cinta itu. Simpanlah dulu bunga2 suka itu untukmu sendiri..
Tahan dulu.. sampai waktunya tiba. Tiba untuk mengutarakannya. Semua akan indah pada waktunya. Akan ada waktu dimana bergombal ria menjadi halal, kok..


-dalam rangka mengingatkan diri sendiri, dan juga dirinya..

Aug 1, 2013

muhasabah yuk


01. seharusnya, ikhwan-akhwat itu hidupnya terpisah satu dan lain | maka sepantasnya tak ada interaksi yang tiada keperluan

02. bila telah putuskan untuk jaga kesucian hendaklah berserius diri | jangan barengi lagi dengan noktah yg dapat hitamkan hati

03. menyenangkan memang dengan lawan jenis bisa bersenda gurau | tanpa sadar keringlah iman laksana kerontang musim kemarau

04. pengakuan lisanmu bahwa engkau aktivis dakwah | namun lekat pandanganmu memandang si kerudung merah

05. engkau kumandangkan bahwa pacaran itu maksiat | sementara kata demi kata beracun terselip dibalik sms yg kau surat

06. pembelaan dirimu, ini "cuma" koordinasi, ini "cuma" pengingat taat | hatimu yang tadinya murni kini mulai berkarat

07. dia berkerudung dan berjilbab, bukan berarti halal engkau melihatnya | menatapnya bukan cara hormati kemuliannya

08. kau katakan ini bukan pacaran, tapi jelas lebih dari sekedar teman | dusta, dusta, dan dusta kau topengkan alasan

09. godaan dibalik kata-kata engkau semat, dengan setan lisan kau sarat | bekelindan dengan maksiat, bersama setan kelak ditamat

10. "uhibbuka fillah" dengan entengnya terucap, bagimu itu praktekkan sabda nabi | disitu setan menyesap, sekali lagi dosa diulangi

11. maksiat bertopeng dakwah | setan takkan pernah berhenti menggoda bahkan aktivis masjid muslim-muslimah

12. bila hendak jaga kesucian diri, mengapa tidak sesuci mungkin? | menampik setiap interaksi yang tak ada perlu itu penting

13. menjadi aktivis Islam berarti menjadi buku terbuka yang siap dibaca dan ditiru | bukan menunjukkan yang keliru

14. menjadi pengemban dakwah berarti harus lebih menjaga diri, bahkan dari fitnah yang bakal menerpa | amal dan kata beriring serta

15. tundukkan pandangan lebih utama, tahan interaksi tak perlu adl sikap terhormat | tak melembut-lembutkan suara, tentu lebih selamat

16. kalaulah Rasul pikir interaksi ikhwan-akhwat penting, tentu Islam takkan batasi pergaulan | tapi Islam utamakan pencegahan

17. agar tak terbayang paras yang bagimu belum halal | karenanya riya akan bayangi amal dan jadikannya amal yang batal

18. agar selamat dirimu dari zina hati dan mata | agar dakwahmu tertuju lurus pada Allah semata

19. hanya mengingatkanmu teman  | bagiku engkau pengemban dakwah lebih utama dari yang lain | tentu cinta kami lebih bagi kalian

20. bagi kami, kalianlah etalase Islam | dan kami takan relakan kalian jadi bulan-bulanan musuh yang tak sukakan Islam

21. bersabar sebentar takkan matikan cinta | ia justru akan arahkan rasa | agar tak ada pilu redam di depan masa | istiqamah ya 


nasehat ustadz Felix Siauw