Showing posts with label hidup. Show all posts
Showing posts with label hidup. Show all posts

Sep 14, 2016

tentang kesiapan

Aku membayangkan.
Bagaimana bila ini menjadi perjalanan terakhirku?
Bagaimana bila salaman tadi adalah salam terakhirku?
Bagaimana bila izroil sudah sangat dekat, sudah siapkah aku?

Detik ini bila pertanyaan terakhir itu dilontarkan padaku, aku akan menangis dan berontak.
TAK SIAP.

Tapi, bila waktunya telah tiba, bergunakah kata tak siap itu?

Tak ada toleransi. Hidup ini keras.

Sama seperti ujian yang sudah terjadwal, bila waktunya tiba, maka menghadapi adalah satu-satunya jalan untuk bisa lulus.

Sungguh, di antara banyaknya persiapan, persiapan menghadapi kematian adalah hal yang sangat sangat sedikit sekali kulakukan.

Berbeda dengan UN SMP yang disiapkan satu tahun sebelumnya oleh sekolah dengan mewajibkan muridnya mengikuti bimbel sekolah.
Tak jauh beda dengan UN SMA yang mengadakan bimbel bahkan sampai larut malam.
Apalagi persiapan masuk kuliah dulu, kepengen-kepengennya dapet beasiswa. Segala hal diterjang dan dihadapi bahkan belajar bareng sampai setengah 1 malam sudah hal biasa.

Apa jangan-jangan, persiapan menghadapi fase-fase pendidikan ini lebih serius dibanding persiapan menghadapi kematian?

Illahi Robbi.. tuntun kami.
Tunjukkan kami. beri hidayah pada kami. agar kami bisa menjadi orang paling cerdas seperti yang disabdakan Rasul: yaitu orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik mempersiapkan kematiannya.


Taksaka malam, kursi 7(7C) 12 September 2016 9:03 PM

Aug 15, 2016

Menjaga Hafalan

Pagi ini, ayat favorit yang biasa terbaca lancar, tersendat. Alhamdulillah pagi ini diingatkan oleh salah seorang makmum.

Ini bukan sembarang tempat yang bisa baca apapun seingatnya. Ini adalah ‘rumah’, yang kalau kamu salah, maka akan ada yang membenarkanmu. Kalau kamu salah, maka orang-orang akan tahu kamu salah. Kamu tidak bisa menyembunyikan keburukan hafalanmu, ma!

Rasanya seperti ditegur langsung oleh Allah. Ingin menangis keras dan menampar diri. Betapa hafalan yang (pernah) lancar itu sama sekali tiada arti jika sesuka hati murojaahnya. Siapa yang menjamin hafalan kita akan erat? Tak ada.

Rasulullah pernah berkata: “Permisalan Shahibul Qur’an itu seperti unta yang diikat. Jika ia diikat, maka ia akan menetap. Namun jika ikatannya dilepaskan, maka ia akan pergi” (HR. Muslim 789)

Dan Imam Syafii pernah berkata “Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa  ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.” (I’anatuth Tholibin, 2: 190).



Allahummaghfirlanaa yaa Allah..
Allammarhamnaa bil Qur'an..

Apr 21, 2015

ON FIRE

Karena jihad berarti mengorbankan segala takutmu, dan berusaha sebisa mungkin untuk menghadapi satu demi satu, dengan  kepala tegak.
Aku bukan tak takut,
Rasanya aku ingin berhenti dan pergi saja dari semua ini.
Semua darah
Semua tindakan yang membuatku mual
Tapi, begitulah jihad.
Semua perjuangan tak ada yang tak melelahkan
Sebab semua perang pasti punya sakitnya

And here I am.
Menikmati segala mual dan lelahku di dunia ini.
Entah Allah punya kejutan apa untukku,
Yang pasti, aku tak boleh menyerah dan berhenti berjuang.
Aku takkan menyerah mempelajarimu duhai anatomi, fisiologi, dan semuanya.

I will never give up.
Ilmu ini kecil bila Allah menghendakiku menguasainya.
Bismillah..
Allahu Rabbi, bersamai aku, ridhoi setiap langkahku, dan kuatkan aku menghadapi semua ini. Sebab bila tak Kau kuatkan, aku akan tertiup bagai debu-debu yang tak terlihat.


-         -  Finding new spirit, setelah mual2 menghadapi kulpeng purperium 21 april 2015 9:21pm. On fire menghadapi UB URO, bismillah :’)

Mar 3, 2015

tulisan yang tak pernah terkirim

CINTA ITU NYATA

Hari paling indah adalah hari ketika kamu sadar bahwa kamu telah dilahirkan dari pernikahan suci. Hari ketika kamu tahu bahwa kamu pernah berada di Rahim seorang shalihah yang tetap beri’tikaf di malam Ramadhan tanpa mengeluh betapa beratnya mengandungmu. Ketika kamu menyadari bahwa tangis pertamamu di dunia adalah kebahagiaan bagi semua orang.
Hai anak-anak singa, pernahkah kalian menyadari betapa beruntungnya jadi anak-anak singa?
Pernahkah mensyukurinya?
Jika cinta itu kecil, akan mudah terlihat. Jika cinta itu sangat besar, sebenarnya sangat sulit dilihat – In Hae dalam Good Doctor.
Adakah dari kita yang sangat sulit melihat betapa besar cintanya ummi dan abi pada kita, anak-anaknya?
Adakah kita lupa, bahwa karena cintaNya pada kita, Ia tetapkan kita lahir pada keluarga yang tak hanya sekedar mencari makan dan minum tapi juga menyebarkan kehangatan ke seantero negeri melalui dakwah?
Adakah mata kita yang tak melihat atau mata hati kita yang tertutup?
            Maka sebenarnya, bukan karena besar atau kecilnya cinta yang menjadikan kita sulit melihatnya. Sesungguhnya, masalahnya ada pada mata batin kita yang terkadang tertutupi oleh awan-awan prasangka dan dosa, yang karenanya, jadi sulit bagi kita untuk menerima dan memahami cinta-cinta tulus yang diberikan ummi dan abi kita.
            Ummi dan abi sibuk terus. Mereka bahkan nggak punya hari Ahad untuk anak-anaknya!
           
            Padahal kerjanya ummi dan abi tak hanya kerja dunia. Peluh mereka tak hanya untuk menyekolahkanmu sampai kau bisa kerja dan punya rumah. Lebih dari itu, mereka berjuang agar bisa persembahkan rumah untukmu dan adik-adikmu di Firdaus-Nya kelak. Tak perlu istana, cukuplah rumah, namun lengkap dengan anak-anaknya, berkumpul di Jannah-Nya, bertetanggakan Rasulullah dan para sahabat; mungkin adalah pinta yang tak putus ditangiskan mereka di tiap tahajjudnya.
            Karena ummi dan abi bukan hanya milik kita, mereka juga milik ummat. Amanahnya bukan hanya kita, darah dagingnya. Tapi orang-orang di luar sana yang juga memiliki ikatan yang sama kuat bagai ikatan darah, saudara sesama muslim.
            Ummi dan abi memang bukan siapa-siapa. Hanya manusia biasa yang banyak khilafnya. Tapi cinta mereka untuk dakwah ini begitu sempurna. Mereka bukan orang-orang pertama yang mengawali dakwah ini. Walau mereka tidak terkenal, kuyakin, mereka sama-sama tak ingin jadi pemutus perjuangan ini. Karena itu, dengan segenap asa, mereka berusaha sekuat tenaga untuk melangkah di jalan ini. Mengejar ketertinggalan mereka dengan assabiqunal awwalun dakwah di bumi pertiwi ini.
            Biarlah nama mereka tak tertulis dimana pun. Biarlah perjuangannya tetap jadi perjuangan sunyi, yang tak menarik untuk dijadikan berita dan kejaran para wartawan. Dan biarlah hanya Allah saja yang membalas perih dan letih ummi abi.
            Kita tak perlu berteriak betapa bangganya kita pada ummi abi. Sebab sakit rasanya bila berteriak bangga padahal kau menangis dalam hati karena tak pernah memiliki ummi dan abi di hari Ahad. Miris rasanya harus berteriak-teriak ‘kami bangga, kami bangga,’ padahal kita sama-sama pernah mengeluhkan ‘pekerjaan akhirat’ ummi dan abi.

            Hidup bukan untuk membangga-banggakan sesuatu. Karena sejatinya kita di dunia ini tidak memiliki apa-apa, maka tak pantas untuk membanggakan sesuatu yang bukan milik kita. Ummi abi dan segala yang ada di dunia ini adalah milik Allah, yang suatu hari nanti akan menghadap  Allah satu persatu. Kita pun juga bukan milik ummi dan abi seutuhnya. Kita hanya titipan, amanah yang Allah berikan untuk ummi dan abi. Yang suatu hari nanti juga akan menghadap Allah. Maka, atas segala hal yang sementara ini, marilah kita saling bersyukur atas sekecil apapun nikmat Allah. Bersyukur karena Allah telah pilihkan ummi dan abi yang luar biasa, yang tak hanya mendidik anak-anaknya tapi juga mendidik umat. Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah, Rabb semesta Alam..

***

tulisan di atas adalah tulisan yang tadinya dibuat untuk sebuah lomba cerpen. Qodarullah, aku kelupaan ngirimnya, Dan begitu nama-nama finalis keluar, sadarlah aku bahwa tulisan yang 1 ini memang belum sempat terkirim :''
It's okay, Allah punya rencana terbaikNya. Dan mungkin takdir tulisan ini memang hanya untuk konsumsi pribadi (saja) *smile

Feb 11, 2014

Kosong

ternyata, yang hilang adalah semangat. dan target hidup.
benar, hidup jadi terasa hampa betul tanpa target dan semangat.
mau hidup mengalir bagai air? silakan. dan kau akan merasa kosong sepanjang waktu.
maknai hidupmu!
maknai sibukmu!
ambil hikmahnya!
jangan hanya bersibuk ria, habiskan pasokan oksigen tanpa bisa menimba ilmu dari universitas kehidupan.

wahai asma, masih mau merasakan kekosongan yang sama di semester depan?

Jan 7, 2014

tentang baju yang berantakan

tentang baju yang berantakan, yang kau sembunyikan di lemarimu. kenapa tak kau taruh di atas kasur saja biar semua orang tahu kalau kau malas melipatnya? kenapa malah diumpetin di lemari?

lihat! untuk hal kecil begini saja, masalah baju berantakan saja, kau tak ingin orang-orang tahu akan kemalasan dan keberantakanmu. kau sembunyikan yang berantakan itu, agar kau tetap terlihat rapih. padahal nyatanya, kau malas dan berantakan.

lalu, pernahkah kau menyadari, betapa Maha Penyayangnya Allah? betapa banyak kebodohan-kesalahan-kelemahan-kejelekan-AIBmu telah Allah sembunyikan? semata karena Allah sayang padamu dan tak ingin manusia di sekitarmu menghindar karena aibmu. bagaimana jika Allah perlihatkan itu di dunia? Na'udzubillahi min dzaliik :'

maka perhatikan hadits ini baik2

"Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, jangan pula kalian memperolok mereka, dan jangan pula kalian menelusuri, mencari-cari aib mereka. Karena barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya niscaya Allah akan mencari-cari aibnya, dan barang siapa yang aibnya dicari-cari oleh Allah niscaya Allah akan mempermalukan dia meskipun dia berada di dalam rumahnya sendiri.” (HR. Abu Daud no. 4236 dan At-Tirmizi no. 2032) 

jangan lagi terlibat dengan obrolan tentang aib. jangan lagi menjelekkan penguasa--yang menurut pemahamanmu yang masih sedikit itu--adalah penguasa yang tak bijak. jangan membenarkan aib orang. hati-hatilah dengan diskusi yang menjerumuskan pada masalah aib ini.

-renungan kala hati berkata: bajuku juga berantakan, tapi gaada yang tau karena aku masukin di lemari, mereka mah taunya aku rapih. Allahummaghfirlanaa :'


Jan 5, 2014

kau bisa apa?

apa guna kamu belajar kalau Alllah tak ridho? apa guna doa kalau kau tak mengharap penuh padaNya? hanya semata di mulut, buat apa ma?

Allah yang memberi pemahaman. Allah Yang Maha Ilmu, kenapa kamu terus-terus lalai? lalai dari murojaah hafalan yang telah dititipkanNya padamu. kenapa kamu lalai dari mengharap padaNya? ujian esok, kau bisa apa kalau Allah tak membersamaimu? biar seribu jam kau pakai belajar, kau pikir kau bisa lolos dari ujian itu? kau pikir kau bakal berhasil dengan segala upayamu? sekali lagi, kau bisa apa kau Allah tak ridho?

niatkan semuanya, segalanya, minta pemahaman padaNya, dan lakukan semua semata2 karena Allah..

-renungan dhuha

Dec 3, 2013

Allah itu dekat


bismillah

Allah selalu bersama kita, Allah Maha Dekat, bahkan lebih dekat dari urat nadi kita sendiri. (Qaf:16)

namun kita sering lupa untuk mendekatkan diri pada Allah. lupa untuk membersamai Allah di setiap langkah. lupa mengajak kekuatan yang Maha Kuat, Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

maka bagaimana Allah dapat dekat dengan kita jika kita tidak berusaha mendekat pada Allah? bagaimana kita mau hidup tenang dan dikuatkan dari segala hal tapi tak berusaha untuk minta dikuatkan Allah?

YaAllah mudahkan ujianku, kuatkan aku | tapi sebelumnya tak beribadah yang Allah suka, hanya minta saja. kita kalau mau minta sesuatu ke orangtua kita aja harus baik2in dulu kan, caper biar dikasih yang kita mau, apalagi sama pencipta kita, Yang Maha Segalanya (:

disarikan dari nasehatnya kak syayma karimah, jazakillah ukhtiku sayang :*


Oct 12, 2013

dulu. dan sekarang

GAMAIS ITB. Keluarga mahasiswa islam ITB. | yaAllah.. Rabb.. bantu aku melepaskan mimpi-mimpi ini. Tolong aku mengikhlaskan semua impian ini. Yang sudah terpatri, bagai dipaku di kepala. yaAllah berikan pengganti mimpi itu di solo. Keluarga yang jauh lebih baik bagiku. Mungkin gamais baik, tapi mungkin ada yang lebih baik baiku. Rabb tolong.. :’( | kamu bahkan menyerah sebelum bertarung. Ah mimpi apa itu ma. | Aku tidak menyerah ): | alasan saja | Aku.. Ah bodohnya diri ini sungguh. Pembual besar. Membualkan mimpi-mimpi setinggi langit. | Ma. Harusnya ingat betapa beraninya kamu dulu mengambil keputusan ini. Jikalau senyuman umi abi yang kau harap, maka harusnya itulah yang menjadi spirit perjuangan di fk. | Mestakung? Hah rasanya untuk masuk kimia, semesta tak mendukungku.| Jika ridha Allah jadi tujuan, rasa sakit takkan dirasakan.

***

   Itu pergolakan batin yang terjadi ketika awal mencicipi dunia fk. Masih awal sekali. Masih penuh ego dan ketidak ikhlasan. Astaghfirullahal’adzim, betapa tidak bersyukurnya diri ini.
   Sekarang, setelah 2 bulan disini, setelah mengikuti training esq, ikut banyak kajian, kenal dengan banyak sosok luar biasa; Allah bagai menjawab keluh kesah di atas. Sungguh, kuliah di fkuns dan nyantri di pesmi Arroyyan adalah yang terbaik.
   Allah memberikan keluarga, pengganti gamais yang kemarin terlihat terbaik bagiku, dengan banyak keluarga baru disini. Keluarga Arroyyan, semoga kelak kami dapat jadi satu keluarga jua di Jannah ArRoyyanMu kelak YaAllah :’) Keluarga Alacritas, keluarga pendidikan dokter, keluarga di fakultas kedoteran, keluarga mahasiswa islam. Alhamdulillah YaAllah.. maka benar kata imam syafii, merantaulah, maka kau akan dapatkan pengganti keluarga yang ditinggalkan :’)
   Mengenai mestakung di atas, sepertinya harus diralat. Salah besar jika semesta tidak mendukung. Siapa bilang di jurusan ini tak bisa berdekat-dekat dengan kimia dan jadi scientist? Bisa kok insyaAllah. Dan asma merasa Allah sudah tunjukkan jalannya. Kuliah disini, bertemu lulusan jepang seperti dr Tonang, dr Afi, dr.Indah yang luar biasa. Dan bisa jadi salah satu asuhan dr. Afi di Biomedical Study Club adalah satu hal yang sangat disyukuri. Oh.. begini maksudnya Allah. Mungkin harus memantaskan diri dulu sebelum belajar di jepang, salah satunya dengan menjadi muridnya dokter2 hebat ini.
   Sungguh, aku tunduk pada Allah. Pada segala ketentuanNya. Terima kasih Rabb atas segala kemurahanMu :’)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (AlBaqoroh: 216)

Oct 1, 2013

filosofi hidup

Apapun yang kita pelajari, apapun bidang kajian kita, sesederhana apapun pekerjaan kita; kalau kita menyisakan waktu untuk merenungkan sebuah kejadian, pasti akan didapatkan filosofi sebuah kehidupan yang serba teratur –Prof. Harno Dwi Pranowo dalam majalah1000guru

Sep 16, 2013

sebulan disini

Sebulan lebih di Surakarta. Terpaku pada pesmi dan kampus. Semua kegiatan terpusat di FK dan Arroyyan, sekali-kali di Masjid Nurul Huda. Pfuh, sudah sebulan ternyata.
                Dan beginilah kehidupan maru fkuns. Pagi terburu-buru, kadang berpeluh memasuki ruang tutorial, dengan sejuta semangat. Tapi semangatnya ternyata ikut menguap bersama peluh itu. Di dalam ruang tutorial membisu lagi. Tak hanya tutorial. Kuliah, skills lab pun terkadang juga. Dan ujian. Rasanya ketika semua persiapan sudah dilakukan, ketika melihat teman-teman lain beberapa detik sebelum ujian, ah rasanya persiapan yg kulakukan minim sekali. Kenapa aku tak bisa seperti mereka? Yg pahami begitu banyak materi dengan lancarnya. Terpaku lagi. Mengutuk diri lagi.
                Rasanya ingin mundur. Ingin pergi yang jauh dari tutorial, skills lab, dan ujian. Rasanya ingin menyingkir saja dari jajaran cadok cadok itu. Rasanya, rasanya tak pantas sekali.
                Hei kalian, kenapa ingin jadi dokter?
                Begitu banyak jawaban keluar. Meluncur dengan lancarnya. Hingga ketika diri ini jatuh, seorang teman berkata, ‘bersyukur sudah Allah pilihkan jalan di profesi yang mulia ini’. Huaaa rasanya ingin menangis betul.
                Atau ketika seorang sahabat dari kebidanan mengungkapkan rasa harunya ttg alasan ia ingin jadi bidan. Tanya hatimu, ma. Tanya hatiku? Hatiku sebenarnya apa maumu?

             Duhai Rabb beri aku hidayah dan kekuatan untuk menjalani kehidupan ini, kehidupan di pendidikan dokter ini. Karena sungguh jika tak dikuatkan aku tak akan kuat. Jika tak Kau mudahkan aku tak akan mampu lewati haling rintangnya.. 

Aug 14, 2013

akhirnya

Bismillah..
Masuk ke pendidikan dokter itu rasanya nano-nano. Bahagia karena orangtua bahagia, sedih karna mimpi yang sudah dirajut menguap, dan takut. Takut dengan sejuta resiko menjadi dokter.

Dari mulai resiko tertular penyakit lebih besar, sampai tuntutan pasien. Dan lainnya. Capek hatilah kalau dituliskan semua. Kan saya juga belum mengalaminya hehe.

Pernah suatu hari berpikir, kok bisa bisanya sih ana nyasar kesini. Bisa banget deh takdirnya Allah :’) skenarioNya memang sudah tersusun dengan sangat rapih. Dari mulai sakitnya nenek, operasi, hingga tangisan ummi. Dan doa di tiap sujud meminta yang terbaik untuk hidup ini. Dan ternyata jalannya harus disini, di pendidikan dokter. Bukan di jepang, bukan di ui apalagi itb, tapi di universitas yang ga pernah ana tulis di catatan sekolah dulu. Universitas Sebelas Maret.

Awalnya sih sempat mengutuk diri. Mungkin kurang persiapan waktu tes beasiswa dari mulai ILA, MITSUI, sampai MONBUSHO. Tapi rasanya seperti buang2 waktu saja. Mengutuk diri sendiri. Menyesali semua kekurangan. Cuma bikin hati sakit, dan mata sembab. Cuma amarah yang jadi naik ke permukaan.

Jadilah ana putuskan untuk menerima semuanya dengan lapang. Bismillah. insyaAllah kuliah di PDUNS dan nyantri di pesmi ArRoyyan adalah yang terbaik untukku kini. Tawakkal adalah solusi terbaik. Memasrahkan diri dengan semua kehendakNya, insyaAllah bikin hati lebih plong.

Jul 28, 2013

bukabareng

bahagia itu lebih mudah terasa dalam kesederhanaan. sungguh.

membantu orang lain itu jauh lebih bahagia ketimbang bersenang2 bersama teman. tertawa disana sini. berfoto. ah. kebahagiaan yang semua. tapi meringankan beban orang lain, menghadirkan senyum bocah-bocah.. percayalah, itu jauuuuh lebih membahagiakan.

karena di antara kesulitan yg bocah itu alami, terucap kalimat syukur. bahagia itu sederhana. bahagia dalam syukur :")

-setelah ikut acara yg sangat bertolak belakang dalam 3 hari belakangan-

Jul 22, 2013

Masih ingatkah?

desember 2011, di suatu hari ternyata pernah ada yang bicara kalimat seperti di bawah ini:
“kita berubah cuma karena kita di CM. kita cuma 3 tahun doang di CM. sedangkan 3 tahun di luar adalah sebentar. pas keluar? siapa yg jamin kita masih kaya gini?”

Waktu itu saya cuma bisa diam, masih tidak berani untuk menyahut. Di tengah sahutan sana-sini yang mempertahankan ego masing2, akhirnya ana cuma bisa menyahut di microsoft word. Dan kalimat di bawah ini adalah komentar yang tak tersampaikan kala itu:


“iya. kita emang CUMA 3 tahun hidup di CM. tapi 3 tahun kita di CM bisa ngerubah puluhan tahun ke depan. kebaikan yg udah kita COBA tanam di CM bisa tumbuh jd kebaikan lain di puluhan tahun ke depan. perubahan jd manusia yg lebih baik. CM bukan sekedar tempat buat cuci dosa. tp buat mengubah karakter kita. membangun jd karakter manusia yg lebih baik.”


sanggahan dikembalikan pada anda d:

Jun 9, 2013

snmptn (lagi)

bismillah

menatapi takdir hidup. mengamati perilaku sekitar. mencoba merasa rasa yang dirasakan mereka. mereka yang ditakdirkan untuk berjuang di sbmptn, dan akhirnya, akhirnya hidup tetap berjalan. walau rasanya begini. rasa yang harus cepat-cepat diakhiri. rasa bingung menentukan bagaimana kedepannya, bagaimana nantinya, bagaimana esok? bilamana yang terjadi jika.. ah, dan segunung kalimat tanya hanya bersarang di kepala. dan tulisan, kini.

"ente harusnya berhenti makan mie dan minum kopi. kalo terus2an gini badan ente bisa sakit!"

"tapi ana harus minum kopi, biar bisa belajar sampai malam.."

"ente ga boleh gini terus.."

"ana tau.. tapi ana capek, ma"

"..."

rasanya ana pengen nangis dibilang kaya gitu. ana memang ga ada di posisi kalian, merasakan pahitnya kegagalan seleksi bernama snmptn. tapi bukan berarti ana gabisa merasakan apa yang kalian rasa. ana mencoba sebisa mungkin merasakan itu. walau ana tahu rasanya akan beda dibanding rasa yang dialami kalian. tapi mohon, jangan anggap kalian orang paling menderita di dunia. ana juga pernah gagal dan pernah merasakan pahitnya. tolong jangan siksa ana dengan kata-kata begitu..

"ya.. mungkin kalau ana lagi nganggur ana bakal..."

seakan kalian tersiksa dengan perjuangan masuk univ kalian sekarang. dan seakan manusia seperti ini manusia super beruntung yang nganggur dan bisa melakukan semua kegiatan yang ana suka. tanpa perlu dikejar-kejar deadline tes universitas.

nyatanya? tidak. ana mungkin secuil kecil yang merasa bingung dari ribuan anak indonesia lain yang masih terbawa euforia kata 'selamat'. ana toh masih berpikir, mau dibawa kemana mimpi-mimpi ana? mau diapakan hidup ana nanti? ana tidak diam luntang lantung di media sosial.

semuanya cobaan. untuk yang tidak diterima, tentu kesabaran  dan perjuangan hadapi mimpi jadi ujiannya. yang diterima juga sebenarnya menghadapi cobaan maha dahsyat, yang pasti dari kedua tipe ini sama-sama ada pelajaran yang bisa dipetik.

untuk yang tidak diterima

kekuatan mimpi kalian sedang Allah uji. seberapa kuat kalian benar-benar memperjuangkan mimpi kalian? seberapa tahan mental kalian ketika digagalkan snmptnnya? seberapa percaya sama Allah?

Allah kasih kalian kesempatan, kesempatan untuk merekonstruksi mimpi-mimpi kalian. mungkin saja yang dipilih di snmptn bukan keinginan terdalam hati kalian. mungkin bukan yang benar-benar kalian suka. dan Allah kasih kesempatan sbmptn agar bisa dipikir-pikir lebih matang lagi, mau dibawa kemana masa depan kalian?

ada beberapa jenis cobaan. ada yang dicoba lewat hartanya, cintanya, atau anak-anaknya. jika kita ini gagal terus dalam semua seleksi, anggaplah Allah sedang menggunakan kita untuk memberi cobaan pada orangtua kita. apakah mereka cukup sabar melihat kegagalan anaknya? apakah mental mereka kuat menghadapi kita yang mungkin sebenarnya tidak bodoh-bodoh amat. apakah mereka cukup percaya diri dan percaya bahwa anaknya bisa? apakah cukup bisa menahan malu? ah yang terakhir ini semoga tidak. semoga saja orangtua masa kini pola pikirnya juga sudah terbarukan, tidak memandang kesuksesan dari keberhasilan masuk ptn saja. ya, semoga.

untuk yang diterima

Alhamdulillah!
Allah ingin uji bagaimana respon kalian menghadapi berita ini. apa dengan berteriak loncat-loncat kegirangan? update status sana sini tanpa pedulikan kawan yang lain, atau sujud syukur menunduk atas segala kebesaranNya? bagaimana respon seharusnya?

Mungkinkah Allah sudah capek dengar doamu? Mungkinkah Allah lelah mendengar rintihan hambaNya yang menangis minta dimasukkan ke ptn pilihannya? mungkinkah Allah bosan? Allah bosan dengar doa dari yang berdoanya cuma buat minta ptn. bosan dengan ikhtiar, belajar, puasa, tahajjud, yasin, dan semuanya demi ptn. bosan dengan kita yang malas puasa sebenarnya. bosan dengan permintaan yang tak diiringi dengan usaha? Mungkinkah Allah tak ingin melihat diri yang berlumur dosa ini menghadap padaNya mohonkan yang terbaik demi masa depan? maka Allah berikan saja ptnnya. agar kita berhenti merengek-rengek. karena Allah tak suka pada gaya meminta kita. Na'udzubillah semoga tak termasuk pada golongan ini.

semua introspeksi harus dilakukan. baik yang dapat atau yg masih ditunda. tulisan ini hanya memuat sudut pandang saya, yang umum yah karena sudah umum jadi tak saya tulis lagi hehehe.

Percayalah Allah udah kasih ketetapan terbaik kok. semua dalam hidup kita udah tertulis di mega server lauh mahfudz. tinggal bagaimana kita berikhtiar, usaha doa tawakkal yang maksimal. karena sesuatu yang indah tentu harus dibayar dengan harga yang mahal juga bukan?

Jun 6, 2013

SNMPTN. Dan mimpi-mimpi saya (4)


Alhamdulillah, akhirnya saya menyadari hikmah di balik ketetapan kata ‘selamat’ pada pengumuman snmptn saya. Mungkin Allah inginkan saya berbakti untuk umi abi lebih lama. Mungkin niat saya memilih kedokteran ingin Allah luruskan.

‘ah. Lagipula hanya memilih kedokteran. Belum tentu diterima. Setidaknya aku sudah cukup menyenangkan hati mereka dengan memilih sesuai dengan harapan terdalam mereka.. setidaknya pilihanku ini sudah cukup buat mereka senang’. Niat berbakti yang setengah-setengah –“

Siapa yang sangka nilai amburadul saya bisa tembus di pilihan pertama?

Saya bahkan sudah benar-benar pasrah dan cukup percaya diri melengang ke pintu sbmptn. Sampai ternyata semuanya salah. Semua rencana Allah gagalkan bahkan sebelum benar-benar matang rencananya. TIDAAAAK! Saya tersudut. Bisakah saya lari? Jawabnya tidak. Akhirnya disinilah saya. Mengungsi ke kaki gunung karang lagi, mencari-cari pelajaran baru apa yang bisa saya petik?

Mungkin bakti saya pada mereka masih jauh dari kata cukup. Dan Allah langsung pilihkan jalan kedokteran agar saya tak usah repot-repot cari jalan untuk berbakti pada ummi abi.


Allah sebaik-baik pemberi keputusan. Saya tahu dan yakin ini adalah keputusan terbaik yang Allah berikan. 

SNMPTN. Dan mimpi-mimpi saya (3)

Karena yang harus dikejar bukan cuma mimpi sendiri. Karena sebenarnya ada yang harus lebih dikejar.
Mengejar Ridho Allah.
Karena Ridho Allah itu hadir karena keridhoan orangtua. Bukan hanya orangtua yang telah melahirkan kita, tapi orangtua lain yang telah melahirkan banyak pemahaman alam semesta.

Karena jika aku ikut sbmptn dan simak ui, maka yang tinggal hanya keegoisan belaka. Yang ada hanya kerakusan semata sok-sok bisa masuk ke fakultas kedokteran yang paling top di indonesia, katanya. Yang pada akhirnya, untuk apa semua ini? Untuk apa ikut sbmptn demi fmipa itb? Yang jelas2 harapan orangtua berakhir pada kata dokter. Untuk apa ikut simak ui? Toh sebenarnya kamu ga pengen jadi dokter kan? Kenapa pula harus mengejar fkui?
                Dan lagi-lagi sungguh, jika semua keegoisan itu diikuti maka yang tinggal hanyalah keserakahan, kerakusan, dan ke-an yang lainnya.
                Cukup berhenti disini. Di snmptn saja.


Terjawab, 3 juni, perpustakaan kaki gunung karang.

May 31, 2013

afraid

Takut
Ana juga takut.
Takut jatuh.
Di saat yang tidak tepat.
Di saat ana harus mengejar impian ana.
Ana. Juga. Takut.


Curcol 21 mei 2013

Mar 21, 2013

rapel 3 cerita

Bismillahirrahmaanirrahiim


tumpukan impian, kenyataan UN yg makin mendekat, dan ah semua bercampur jadi satu. fokusku pecah lagi, oleh kenangan2 yg sebenarnya nanti saja diingatnya. tapi kenangan itu mendekat. membuatku sedih lagi. membuatku nyaris kufur nikmat. membuat mata ini jadi gampang menitikkan air mata, walau sampai detik ini aku belum juga menitikkan air mata. entah kenapa menangis jadi semakin sulit dilakukan ):


1. nelpon umi

pas 20maret kemarin nelpon ummi, eh ummi nangis. dan aku jadi ikutan mau nangis. aku inget almarhumah. dan aku ga kebayang gimana nanti kalau aku kehilangan ummi atau abi. Ya Allah aku belum membahagiakan mereka sungguh.. ummi, yg menurutku anak kesayangan mbah, anak yg paling nurut dan ngerti mbah, masih bilang kalau beliau belum ngasih apa2 sm mbah. ya Allah gimana aku..

aku masih gini. ngerepotin mah iya. bikin senyumnya kapan kali. masuk incen juga engga. menang ini itu juga engga. gagal disana sini. aaah ummi maafin asma ya belum bisa bikin ummi tersenyum, maafin asma mi yg kurang usahanya. gagal terus2an disana sini. maafin asma ummi..

"yah.. semoga aja pengumuman kamu nanti bisa menghibur ummi.."

Rabb aku gak tau pengumuman yg mana yang bisa menerbitkan senyum ummi dan menitikkan air mata harunya. apa pengumuman hasil UN ku kah? atau undanganku? atau STISku? atau beasiswa jepangku? mitsuikah? monbushokah? sungguh aku ngga tau mana yang terbaik. dan pengumuman yg bagaimana yg bisa menghibur ummi. tapi sungguh Ya Allah, mohon.. berikan nasib baik pada hamba yg fakir ini, agar bisa menghibur ummi. membuatnya tersenyum dan melupakan sedihnya. melupakan tumpukan cobaan hidup dariMu, Rabb.. tolong Ya Allah, sudah sering sekali berita sedih dialami ummi sampai ke telingaku, maka izinkan kali ini aku yg sampaikan berita bahagia ke telinganya.. tolong asma Ya Allah.. tolong Asma. tolong bantu Asma memahami ilmu2 ini.. Ya Allah Yaa Nuur, berikan cahaya ilmuMu pada hamba yang bodoh ini, agar bisa memahami tiap tegukan ilmu.. agar hamba bisa mengerjakan ujian demi ujian. Ya Allah Yaa Latiif, lembutkan hati hamba.. agar peka terhadap segala jenis kesombongan. ampuni lisan dan apa2 yg keluar dari hamba, yg hamba tak sadari. yg hamba sepelekan. yg hamba lakukan karena terbuai bisik syetan.. ampunii aku yaa Ghoffar..




2. Nuzul lulus NTU
hari itu hari Senin, 18 Maret 2013. kita ga masuk sekolah karena ada apel kebersihan paginya. jadinya selesai apel kita beres2 kamar dan belajar mandiri. siangnya aku solat dzuhur dan langsung ke hall A buat belajar fisika. tumben banget, biasanya ane paling mager kalo siang2, panas pula, harus belajar ke kelas. bisa dihitung jari saking kecilnya frekuensi ana belajar siang di luar. tapi hari itu, Allah menakdirkan raga ini untuk ke hall A.
sampai di depan hall A ternyata.. tereeet.. sendal item garis kuning ane yg digosob dari jaman etiket kelas 3 ADA! Masya Allah. padahal aku udah nyaris ngelupain eh ternyata ada. langsung buru2 masuk ke Hall A. tapi dari 4 kelas, ga ada ikhwan kelas 3 sama sekali. padahal terang sekali yg ngegosob sendal ane itu PASTI kelas 3. eh yaudah terus sayup2 denger suara nuzul dari BK. mau masuk males, ga ada orang selain dia sama guru BK. akhirnya ane mutusin buat belajar di tengah, sekalian nyergap sang penggosob.

dan waktu lagi belajar, obrolan nuzul-butia-bugun sayup2 terdengar. mereka ngeributin masalah email yg masuk ke akun ntu nuzul. apa itu letter of acceptance atau apa. dan jujur saja konsentrasiku mulai pecah disitu. rasanya tuh pengen masuk ke bk dan ngeliat emailnya. tapi kutahan2. akhirnya nguping aja. dan disitu, aku denger butia dan bugun teriak2 bahagia karena nuzul diterima di ntu. Subhanallah.. tanganku bergetar banget disitu. rasanya pengen nangis denger suara butia bugun yg bahagiaaaaa banget. nangis karena, ih kapan Ya Allah aku bikin mereka kaya gitu.. aku juga pengen, Rabb.. :'(

dan aku ngedenger butia nelpon seseorang, entah pakhendra, entah pak kepala, dan ngabarin kalau nuzul diterima di ntu. dan itu rasanya bahagia banget. jadi tambah pengen nangis.. jadi inget lomba2, miss niha, dan semuanya. semuanya.

nasibnya Nuzul baik sekali Masya Allah..

3. Percakapan sambil jalan dengan Zule
tadi siang aku makan bareng zule, dan waktu balik dari dapur, kita ngobrol. dan zule bilang, 'sekarang ana berdoanya minta nasib yang baik.. karena kalau nasib ana udah baik mau dimanapun itu pasti baik buat ana.' dan meski ana juga lagi mencoba menerapkan yg kaya gitu, ana lemes dengernya. ah, nasib yang baik.
inget ustadz isa, inget kegagalan, dan inget ummi.
mungkin nasibnya kurang baik di dunia, tapi di akhirat insya Allah baik.. bolehkah aku berdoa mohon kebaikan di dunia dan akhirat Rabb?
mungkin tahun ini ILA bukan rezekiku. dan mungkin bukan nasibku yang kurang baik, Allah sedang menguji kesabaranku. aku tahu itu. Allah mengujiku lagi dan lagi dan banyaknya kegagalan.
aku memang masih bodoh, dan mimpi2 ini masih terlalu tinggi. tapi tolong Ya Allah ridhoi tiap langkah ini Rabb.. rodhoi tiap mimpi ini jika baik bagiku. dan mudahkan aku.. tolong Ya Allah Yang Maha Penolong

Feb 26, 2013

mungkin

Bismillahirrahmaanirrahiim
Kenapa masih ada yang mau jadi dokter dengan perjuangan yang super dahsyat? Pertarungan di meja operasi. Resiko jadi dokter. Resiko DO. Resiko dituntut malpraktek. Resiko kegagalan masa depan. Dan sejuta resiko lain.
Kenapa masih ada yang mau jadi dokter demi orangtuanya? Lemme answer it. Karena masih ada anak yang mau berbakti pada orangtua. Karena sungguh, kami, anak-anak Indonesia yang menuruti kemauan orangtuanya hanya ingin studinya diridhoi orangtua. Karena kami ini takut nyawa kami takkan lama lagi. Kami takut jika ambil yang kami mau, waktu kami akan habis. Dan ketika tiba saatnya, ternyata belum sempat kami bahagiakan orangtua kami. Yaa, setidaknya, jika pilih kedokteran, tentulah mereka akan tersenyum bahkan menangis bahagia melihat anaknya itu.

                Yaa, meski orangtua tak tahu beratnya perjuangan untuk dipanggil ‘bu dokter’. Dan anak tentulah lebih tahu kapasitas otaknya. Orangtua hanya tahu yang enak2 dari dokter. Dan si anaklah yang lebih tahu. Tapi mungkin, keinginan orangtua terlalu baja. Dan mungkin, rayuan si anak tak kuat untuk menembus relung hati orangtua. Mungkin si anak terlalu pasrah. Menerima takdirnya untuk menuruti orangtuanya. Yaa mungkin..