May 31, 2014

Untuk Aska

Bismillah..
Teruntuk adek-adek SMAku yang akan memasuki dunia kuliah (insyaaAllah), terutama untuk adek-adek di tanah madani, Ashabul Kahfi.

Barakallah fiikum bagi kalian yang sudah diterima di jalur undangan. Buat yang belum, jangan berkecil hati. Ingat, jalanmu masih panjang. Dan yakinlah, semua ketetapan ini adalah ketetapan terbaik dari Allah (dibuka lagi Al-Baqoroh:216 nya ;) ).

Oke, ana ga pingin ngebahas masalah snmptn dan kawan-kawannya itu. Yang ingin ana bahas disini adalah masalah tempat tinggal ketika kuliah nanti,

Mungkin akan ada 1-2 yang tinggal di rumah bersama orangtua / saudara, tapi ana yakin sebagian besar pasti akan tinggal di kos.

Pesan ane: cari lingkungan tempat tinggal yang baik. Entah itu kos binaan (kos khusus muslim), entah itu pesantren, entah itu asrama mahasiswa.

Kenapa sih kita harus cari lingkungan yang baik, yang islami? Kan udah bosan ukhti, 3 tahun dipenjara di tanah madani.

Hm.. ana paham betul sih keinginan untuk bebas. Tapi, kalau kita ga pilih lingkungan yang baik untuk kuliah kita, itu akan sulit banget. Sulit untuk sholat berjamaah, sulit untuk bangun tahajjud, sulit puasa sunnah. Setidaknya kalau kita di kosbin (kos binaan), semalas dan sesibuk apapun kuliah kita, insyaaAllah akan ada yang ngingetin kita untuk tetap seimbang antara kuliah dan ibadah (solat, tilawah, dll)

Ada beberapa pengalaman dari temen-temen ana yang ga di kosbin, atau ga di asrama; banyak yg mengeluhkan, jadi susah bangun, ga ada yang ngingetin kaya di CM dulu.. nah..

Yang di kosbin dan di asrama pun bukan jaminan bahwa semua orang-orang di dalamnya adalah orang-orang baik, tapi setidaknya, yang di kosbin/asrama itu notabene adalah kumpulan mahasiswa yang kepingin baik. Mungkin mereka memang belum baik tapi ada semangat pingin jadi lebih baik.

Masalahnya, lingkungan yang kurang baik itu bisa menghapuskan kebiasaan-kebiasaan baik yang udah pernah kalian tanam sebelumnya di tanah madani.

Nah segini dulu aja, mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan.
Tetap semangat buat pejuang SBMPTN/SIMAK/UTUL/UMBPT/dll, yakinlah Allah ga akan menyia-nyiakan usaha kalian :')

Allah Kuasa

Beberapa waktu lalu, ada beberapa rekan sejawat yang kecelakaan. Singkat cerita, beberapa dari mereka ada yang mengalami trauma di wajah dan mata.

Traumanya itu sebelah aja, Pipinya bengkak dan matanya merah. Jadi sebelah masih cantiiik banget; tapi sebelahnya lagi muka sakit :'(

Pas melihat kondisinya pertama kali, berasa dapat teguran langsung dari Allah. Teguran kalau kecantikan fisik itu benar-benar cuma sementara. Allah Kuasa mencabut nikmat cantik itu kapanpun. Allah Kuasa menggembungkan pipi, atau mengerutkan kulit pipi seperti nenek-nenek. Allah Kuasa memerahkan mata, membuatnya kuning, membutakannya. Innalillahi wainna ilaihi rooji'uun..

Ya Robb, terima kasih atas penjagaanMu yang luar biasa. Terima kasih atas segala nikmat ini. Terima kasih karena telah menutupi aib diri ini. Tak terbayang, jika dosa yang dilakukan tercoreng di wajah, entah sudah sekelam apa wajah ini ToT

Buat rekan sejawat yang sedang dilanda musibah, semoga Allah melapangkan dada kalian, menguatkan kalian menjalani ini, dan semoga Allah segera memberi kesembuhan..

Apr 30, 2014

Vial dan Ampul

Bismillah.
Bukan ingin menjelaskan apa itu vial atau ampul, hanya ingin sekedar berbagi sebuah kesyukuran :')

Setahun yang lalu, Januari 2013.
Mbah minta dibawa ke rumah sakit (lagi). Padahal kondisi tubuhnya sudah benar-benar drop pasca trakheostomi dan pihak rumah sakit sudah nyuruh bawa pulang saja. Tapi karena berkali-kali memaksa, akhirnya tengah malam itu, sekitar jam 12 malam, ambulans melaju menuju rumah sakit kanker di Jakarta. Jangan tanya bagaimana rasanya berada di dalam kendaraan yang nguing-nguing menerobos kesunyian malam. Jangan tanya bagaimana dag dig dug nya memegangi tubuh yang tak tenang..

Sampai di rumah sakit, mbah masuk ke UGD sebelum masuk ke kamar perawatan. Dan malam itu, aku harus bolak-balik UGD-kasir-apotek-UGD untuk mengantarkan resep dr UGD ke apotek, ngambil obat, terus kasih ke UGD lagi. UGD ada di lantai 1, apotek lantai 2. Betapa tidak efisiennya pelayanan. Dan akhirnya dini hari itu, saya menembus kesunyian rumah sakit, menaiki lift seorang diri. Panik. Sampai terlupa betapa bencinya dengan bau rumah sakit. Lupa dengan film-film horor berlatar rumah sakit. Padahal ketika itu ada beberapa bagian rumah sakit yang sudah digelapkan.

Aku belum paham waktu itu tentang kondisi kegawatdaruratan. Tapi entah si dokter berkali-kali memberi tambahan resep yang berarti aku juga harus bolak-balik ke kasir dan apotek. Malam itu sekitar 3-4 kali aku bolak-balik. Dan waktu kesekian kalinya aku ke apotek, nunggu agak lama, dan aku merhatiin resepnya juga (akhirnya) penuh dengan tulisan yang tak kupahami. Yang teringat jelas adalah kata-kata 'ampul' dan 'vial'. itu apa? tablet? cair? Sampai akhirnya aku iseng nulis di notes hp. Untuk kemudian dicari artinya di internet.

Sampai detik ini, belum pernah sekalipun asma nyari betul-betul arti ampul dan vial. Tapi, karena sekarang masuk field lab imunisasi, dimana berhubungan dengan vaksin yang ditempatkan di ampul dan vial, finally i know it.

Begitu mudahnya Allah menetapkan yang terbaik bagi kita. Begitu Maha Mengetahuinya Allah, memberikan apa yang benar-benar kita butuhkan. Mungkin dididik jadi dokter dan bukan dididik jadi peneliti yang bergaul dengan struktur molekular kimia adalah yang terbaik bagi asma..

Terima kasih Yaa Allah atas segala karunia terindahmu :')